A CHILD CALLED ‘IT’

A Child Called It

Judul: A Child Called ‘It’ — Kisah Nyata Perjuangan Seorang Anak untuk Bertahan Hidup (edisi terjemahan dari buku asli dengan judul sama), 168 halaman.

Penulis: Dave Pelzer.

Penerbit: Gramedia, Jakarta, 2010.

Review: “Namaku David. Tahun-tahun sebelum mengalami perlakuan buruk, keluargaku adalah keluarga kulit putih ideal, seperti layaknya kisah Brady Bunch tahun 1960-an. Ayahku petugas pemadam kebakaran di pusat kota San Fransisco sementara ibu adalah perempuan cekatan yang mencintai anak-anaknya…”

“Waktu berjalan dan hubunganku dengan ibu berubah drastis. Kalau dulu mendisiplinkanku, belakangan ia menghukumku dengan membabi-buta,  sampai-sampai aku harus merangkak untuk menghindarinya.”

Ada apa sebenarnya ini?

Logikanya, cuma ada dua jawaban: sang anak mulai nakal atau sang ibu punya masalah.

“… ibu yang dulu lembut, kini bagiku ia mirip perempuan penyihir jahat dengan gelegar suara yang menakutkan. Kadang kala, saat ayah bekerja, ibu akan seharian tiduran di kursi menonton tivi dan hanya beranjak bila ingin ke kamar mandi atau menambah minumannya lagi…”

“Aku belakangan bisa tahu akan seperti apa hari itu dari baju yang dipakai ibu. Bila pakaiannya menawan dan ia memakai make-up, maka pada hari itu ia akan tersenyum sepanjang hari…”

Hmm… jadi letak persoalan nampaknya ada pada si ibu.

Seberapa kacaukah perempuan ini?

“… ibu sering berteriak-teriak memaksa aku dan dua saudaraku mencari di seluruh sudut rumah sesuatu miliknya yang hilang…”

“… sikap ibu bisa sangat berlawanan — seperti siang dan malam — saat ayah ada di rumah. Pada saat-saat seperti itu artinya aku aman. Tidak bakal ada pukulan.”

“Bagiku, sekolah adalah kesempatanku untuk bersenang-senang. Aku bersuka cita saat jauh dari ibu..”

Nah, jelas sudah. Ada child abuse di sini. Pertanyaannya sekarang:

– Bagaimana David dan saudara-saudaranya meniti hari di tengah kungkungan ketakutan terhadap ibunya sendiri?

– Bagaimana sang ayah kemudian bisa tahu ada yang tak beres pada istri dan anak-anaknya?

– Bagaimana David bangkit dari segala luka batin dan fisik untuk kemudian merangkak jadi pribadi baru yang bebas dari mimpi buruk?

Benar, karut-marut hidup telah mengubah penulis buku ini dari kepompong menjadi kupu-kupu. Ia berkembang sebagai seorang dengan latar belakang militer plus motivator. Kesatuannya berada dalam naungan Angkatan Udara Amerika Serikat dan di sini David ikut serta dalam Operasi Badai Gurun yang sohor itu.

Dalam kapasitasnya sebagai motivator, ia terus menggemakan kewaspadaan agar semua pihak peduli pada segala bentuk penyiksaan terhadap anak-anak.

Silakan petik pelajaran berharga dari kisah nyata ini. Mungkin benang merahnya satu: anak- anak tak pernah minta dilahirkan; orangtualah yang menginginkan kehadiran mereka.

Harga: Rp. 36.000,- di luar ongkos kirim.

Persediaan terbatas.

beli

 

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s