ILMU BAHAGIA MENURUT KI AGENG SURYOMENTARAM

Ilmu Bahagia

Judul: Ilmu Bahagia Menurut Ki Ageng Suryomentaram, 157 halaman.

Penulis: Afthonul Afif.

Penerbit: Kepik, Depok, 2012.

Review: Ingin icip-icip resep meraih kebahagian dalam gayanya yang lain?

Mau tahu apa yang dalam kebudayaan Jawa disebut sebagai ilmu “Kawruh Jiwa”?

Nah, buku ini jawabannya!

Tapi omong-omong, Anda perlu tahu dulu siapa Ki Ageng Suryomentaram.

Yup, beliau adalah salah satu putera dari Sultan Hamengku Buwono VII dengan garwo ampeyan (istri golongan kedua) B.R.A Retnomandoyo. Dilahirkan pada 20 Mei  1892, Ki Ageng bernama asli Bendoro Raden Mas Kudiarmaji, yang kemudian bergelar Bendoro Pangeran Haryo Suryomentaram.

Didorong oleh kegalauan moril serta keingintahuannya terhadap hal-hal kejiwaan, Ki Ageng memilih jalan sepi: melepas gelar kebangsawanannya dan berkhidmat mempelajari batin manusia. Nah, dari situlah lahir pengetahuan yang dinamakan “Kawruh Jiwa”.

Lantas, apa saja percikan pemahaman di dalamnya?

Hmm… ini sejumlah catatan di antaranya:

– Manusia memiliki kecenderungan alami untuk berperan sebagai juru catat dalam hidupnya:

“Pada awalnya, segala catatan yang dibuat oleh setiap orang itu netral-netral saja. Seiring berjalannya waktu, keinginan mulai masuk ke dalam catatannya tersebut. Dari situ, segalanya menjadi tidak netral lagi dan mulai menimbulkan ketidaknyamanan batin. Setiap hal menjadi dipandang sebagai bagian dari ‘Aku’.”

– Manusia juga mempunyai kecenderungan untuk memberikan tanggapan terhadap benda-benda, orang lain dan dirinya sendiri:

“Ketika melihat semuanya, kita membentuk rasa suka dan benci. Kepada apa yang membuat seseorang senang dan diuntungkan, ia menyukainya. Kepada apa yang merugikan, ia akan membencinya. Jadi, yang jadi patokan di sini ternyata justru kenyamanan diri si pemberi tanggapan. Akibatnya, kita sering membuat pagar tinggi-tinggi dalam hidup…”

– Tanggapan terhadap sesama adalah hal yang paling sulit dikenali karena setiap orang mempunya rasa masing-masing. Nah, interaksi setiap indivividu dalam masyarakat adalah perkara rasa dan  ini sangat relatif sifatnya.

Selain tiga poin di atas, masih banyak mutiara terpendam, yang sebaiknya Anda simak sendiri saja, kalau kebetulan memang berminat memahami ilmu jiwa manusia dilihat dari sisi budaya Jawa.

Absolutely, buku ini layak koleksi!

Harga: Rp. 40.000,- di luar ongkos kirim.

Persediaan terbatas.

beli

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s