PECINAN SEMARANG

pecinan-semarangJudul: Pecinan Semarang — Sepenggal Kisah, Sebuah Perjalanan.

Penulis: Ananda Astrid Adrianne dan Anastasia Dwirahmi.

Penerbit: KPG (Kepustakaan Populer Gramedia), Jakarta, 2013.

Review: Panas terik ditingkahi hiruk pikuk kendaraan berikut semilir aroma hio sungguh terasa di kawasan eksotis ibu kota Jawa Tengah ini…

Apa yang mau Anda cari? Entah itu makanan khas, wedang tahu atau toko kelontong serta toko obat dan juga klenteng semua ada di sini.

Sekadar ingin cuci mata alias jalan-jalan? Ini pun tak kalah menariknya!

Ayo, mulai saja dari Gang Warung… di sana ada Warung Semawis dengan makanan dan minuman khas Semarang plus toko lukisan dan kaligrafi China, Tan Eng Tiong. Lantas ada juga toko obat Toen Djing Tong.

Melangkah ke Gang Lombok, di situ ada warung lunpia. Tahu kan, camilan apa ini. Itu lho, yang mirip risol.

Kemana lagi?

Hmm… terus jejaki Gang Pinggir. Di sini terdapat tiga buah klenteng baheula serta toko pia dan kue bulan Cap Bayi. Icip-icip lagi boleh, dong!

Kelar dari situ, let’s move to Jalan Wotgandul. Di sini terdapat klenteng tertua bernama Siu Hok Bio. Terus ada lagi yang mesti dikunjungi: wedang Cap Kau Sing.

Ada yang lainnya?

Pasti, jangan khawatir. Masih banyak. Ada Gang Baru, Gang Cilik, Gang Gambiran, Jalan Petudungan, Jalan Sebandaran dan sebagainya.

Pendek kata, kalo Anda ingin menggali sisik melik Tionghoa di Jawa, khususnya di Semarang, inilah surganya!

Coba deh dijadwalkan ke sana…

Harga: Rp. 40.000,- di luar ongkos kirim.

Persediaan terbatas.

beli

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s