LAKI-LAKI YANG KAWIN DENGAN PERI

Judul: Laki-Laki yang Kawin dengan Peri, Cerpen Pilihan Kompas 1995, 148 halaman.

Penerbit: Kompas Media Nusantara, Jakarta, 2016.

Review: Kumpulan cerita pendek ini tak perlu diragukan lagi kualitasnya. Ada tujuh belas kisah yang siap dinikmati dan dijamin membawa kepuasan tersendiri bagi pembacanya.

Karya para jawara berderet dalam kompilasi ini. Ada buah pena Kuntowijoyo, Putu Wijaya, Ratna Indraswari Ibrahim, Ahmad Tohari dan Seno Gumira Ajidarma. Tak ketinggalan, penulis idola yang fasih bercerita sisik melik kaum priyayi, Tuan Umar Kayam.

Kita intip, yuk!

Dalam kisah utama, tersebutlah Kromo, wong ndeso yang disepelekan warga kampungnya lantaran ia dikenal berbau busuk.

Entah dari mau bau tak sedap itu berasal karena toh Kromo sama sekali tak punya luka di badannya. Pun, ia selalu mandi tiap hari dan kabarnya rajin minum jamu.

Merasa dipojokkan, Kromo menepi. Membangun gubug baru di pinggir desa dan pindah ke sana. Sayangnya, semua itu tak menyelesaikan masalah. Bau busuk masih saja menguar di hidung orang kampung. Putus asa, Kromo akhirnya memilih membawa selembar tikar saban malam untuk tidur di dekat batu di tengah sawah.

Nah, dari situ cerita berjalan meliuk-liuk. Ada penghulu, ada pangeran penunggang kuda dan satu lagi… ada lelembut, yang entah bagaimana punya banyak kuasa.

Silakan Anda teruskan sendiri tali temali cerita memikat ini.

Kisah lainnya, gimana?

Duh, rasanya tak perlu diungkap.

Eh, tapi bolehlah cuplikan yang satu ini. Siapa lagi kalo bukan dari Umar Kayam:

Acara Lebaran selalu sama. Sembahyang Ied di lapangan kompleks perumahan, sungkem bermaaf-maafan dengan eyang putri, makan pagi, ziarah ke makam ayah mertuanya dan makam Siti. Ziarah ke makam orangtuanya sendiri nyaris hanya sekali-sekali dilakukan…”

“Wah, setiap tahun kok semakin banyak saja kere-kere berderet di kuburan,” gumam ibu mertuanya.

Di dalam hati Yusuf mengiyakan pernyataan itu. Kok di kota sekecil itu kere-kere bertambah, pikirnya. Mau dientaskan bagaimana itu, gumamnya.

“Kok kere-kere yang di makam semua cacat, Yang?”

Hmm… pasti ada apa-apanya ini.

Ya, toh?

Temukan sendiri saja kemana kisah ini berujung.

Harga: Rp. 45.000,- di luar ongkos kirim.

Persediaan terbatas.

 

 

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s