WIDYAWATI

Judul: Widyawati, 230 halaman.

Penulis: Arti Purbani.

Penerbit: Balai Pustaka, Cetakan Ketujuh, 2001.

Review: Penasaran dengan kumpulan cerita pendek jadul karya penulis lokal?

Mau tahu serba-serbi kisah roman berlatar Jawa klasik pada era ’40-an?

Kalau ya, buku ini sebaiknya jangan dilewatkan!

Terlebih lagi, penulisnya dengan intens menjadikan perempuan sebagai tokoh utama dalam setiap cerita. Nuansa eksotis  terasa mulai dari halaman pertama!

Ambil kisah paling awal, misalnya. Adalah Sumirah, gadis kampung yang menolak pinangan Haji Surki. Ayah Sumirah, Kromoprawiro, maklum. Ia sadar anak perempuannya ingin mengubah nasib dan tak ingin jadi istri orang udik.

Sekian waktu berlalu. Ayah dan anak sama-sama menempuh laku prihatin khas orang Jawa jaman old, seperti mandi kembang, berpuasa dengan aturan tertentu dan sebagainya.

Hingga pada suatu hari, Tuan Bupati Notonegoro mengutus beberapa orang ke rumah Kromoprawiro. Mereka datang membawa pesan bahwa sang bupati ingin mempersunting Sumirah. Mendengar itu, si bunga desa merekah girang. Terbayang olehnya bakal jadi istri bupati dengan status bangsawan dan tinggal di kota.

Namun, selidik punya selidik ternyata ketahuan ada yang tak beres: Sumirah mesti rela jadi istri simpanan.

Ironi klise, bukan?

Lantas dalam kisah selanjutnya, ada Roosmiati, gadis bangsawan yang urusan hatinya ditelikung oleh orang kepercayaannya sendiri bernama Rinem.

Bagaimana bisa begitu?

Yah, bila dirunut alurnya, mungkin Rinem pada mulanya tak sepenuhnya bersalah. Ini karena Sulendro, kekasih Roosmiati, mencoba bermain api. Ia iseng curi-curi kesempatan menggoda Rinem. Sayangnya, hamba sahaya yang awalnya tak nyaman dengan kelakuan laki-laki pacar ndoro-nya itu, belakangan justru berbalik menikmati ketidaknyamanan tersebut. Tak salah lagi, Rinem mendustai Roosmiati.

Segitiga penuh kabut di antara mereka, tentu saja.

Seperti apa ujungnya?

Hmm… simak sendiri deh.

Oh ya, bagaimana dengan kisah utama berjudul Widyawati dan juga yang lainnya?

Well, ini buku roman. Jadi, sudah pasti isinya berkutat seputar asmara dengan suratan kisahnya masing-masing.

Satu lagi, karena karya ini pertama kali terbit tahun 1949, pembaca mungkin bakal sedikit kesulitan mengikuti gaya penulis dalam bercerita. Kalimat yang dihadirkan umumnya panjang-panjang. Mungkin tipsnya adalah Anda perlu membaca ulang setiap paragraf agar maknanya dapat ditangkap dengan jernih. Itu saja tantangannya. Selebihnya sih, oke punya!

Harga: Rp. 25.000,- di luar ongkos kirim.

Persediaan terbatas.

 

 

Tulis komentar Anda

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s