MEKAR KARENA MEMAR

Judul: Mekar Karena Memar, 151 halaman.

Penulis: Alex L. Tobing.

Penerbit: Balai Pustaka, Jakarta, 1992.

Review:  Mengambil latar Jakarta era ’70 hingga ’80-an, novel ini berkisah tentang Herman, mahasiswa fakultas kedokteran yang begitu bersemangat ingin menjadi ahli bedah. Kesibukan di kampus membawanya berkenalan dengan Lita, mahasiswi yang merangkap asisten dosen.

Seiring berjalannya waktu, keduanya kerap bertemu di ruang bedah untuk mata kuliah praktikum. Berkat bantuan Lita yang bernama asli May Kim Lian, Herman menjadi lebih mudah memahami ilmu urai tubuh yang njelimet. Setelah akrab dan terbuka satu sama lain, sang pemuda jatuh hati pada si dara.

Malang tak dapat ditolak, suatu hari Lita mengalami kecelakaan. Nyawanya tak dapat diselamatkan. Herman sangat berduka. Pupus sudah harapannya untuk melangkah lebih jauh bersama sang asisten dosen.

Apakah Herman gagal “move on” akibat kejadian memilukan itu?

Jawabnya tidak.

Justru ia semakin giat kuliah hingga terpilih menjadi asisten dosen yang baru. Namun di tengah pencapaiannya itu, pemuda ini menyadari ada yang tak beres dengan dirinya: mata kirinya sering terasa kabur kala melihat.

Masa terus berputar, Herman kian melaju dengan aktivitas hariannya. Di ruang bedah, ia membimbing banyak mahasiswa baru, termasuk di antaranya Gloria.

Bisa ditebak: Herman dan Gloria terlibat cinta lokasi yang berkepanjangan. Namun karena alasan mata kirinya yang tak sempurna, Herman tak mendapat tanggapan positif dari orang tua sang gadis.

Menghunjam tembok lagikah kisah cinta laki-laki ini?

Nyatanya gak, tuh.

Meski begitu, kondisi mata Herman tak kunjung membaik. Justru mata kanannya ikut terasa kabur dan belakangan ia mengalami kebutaan total. Di tengah keputusasaannya itu, Herman yang sudah bergelar dokter terbang ke Amerika.

Gloria kecewa sekaligus tertantang untuk membuktikan cintanya kepada sang pujaan hati. Dengan komitmen penuh, diputuskannya untuk mengambil spesialisasi kedokteran mata. Setelah lulus, ia membangun kontak dengan seorang profesor mata di California. Tekadnya satu dan sudah bulat: ingin mengoperasi mata kekasihnya.

Berhasilkan operasi itu?

Dapatkah Herman memperoleh kembali penglihatannya?

Pun, apakah keduanya berjodoh?

Banyak yang harus dijawab, memang.

Temukan sendiri saja kemana kisah penuh muatan sastra ini bermuara.

Harga: Rp. 25.000,- di luar ongkos kirim.

Persediaan terbatas.

 

Tulis komentar Anda

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s