GERPOLEK— Gerilya-Politik-Ekonomi

Judul: Gerpolek— Gerilya-Politik-Ekonomi, 139 halaman.

Penulis: Tan Malaka, terbit pertama kali Mei, 1948.

Penerbit: Narasi, Jogjakarta, 2018.

Review: Sering dikatakan bahwa orang yang meringkuk di penjara jiwanya menjadi lebih kuat. Badan memang terkurung, namun siapa yang dapat membelenggu jiwa?

Nah, itu terbukti dalam karya besar Tan Malaka ini, yang ditulisnya tanpa dukungan kepustakaan apa pun saat ia mendekam di hotel prodeo Madiun sekitar tahun 1947-1948.

Membangun politik dan ekonomi yang merdeka, itulah tema dasar pustaka ini.

Benar, Tuan Malaka ingin Indonesia berdaulat sepenuhnya. Kata merdeka dimaknainya sebagai kebebasan penuh sebuah bangsa tanpa gerusan campur tangan asing mana pun serta lepas dari kepentingan pribadi siapa pun!

“Gerpolek adalah senjata… buat membalas Proklamasi 17 Agustus dan melaksanakan kemerdekaan 100% yang sekarang sudah merosot ke bawah 10%.”

Hmm… gahar, ya?

“Di Indonesia ini, Belanda tidak bisa memberikan kemerdekaan nasional yang penuh dengan tiada membahayakan hak milik dan pencahariannya sebagai kapitalis besar.”

Jadi, Tan Malaka percaya bangsa ini sejak awal tak bisa berdiam diri dan mengharap berkah turun begitu saja dari langit. Semua lapisan dalam masyarakat harus berkontribusi dengan jujur dan ikhlas bagi kemajuan bersama dalam kerangka kesadaran politik dan ekonomi yang jelas.

“Urusan politik dan ekonomi tak bisa lagi dipisah-pisahkan!”

“Revolusi Indonesia bukanlah Revolusi Nasional semata-mata, seperti yang diciptakan beberapa gelintir orang yang maksudnya cuma membela atau merebut kursi buat dirinya saja, dan bersiap sedia menyerahkan semua sumber pencaharian yang terpenting kepada semua bangsa asing…”

Wuih, pernyataan blak-blakan dan setajam silet, yang maknanya masih sangat relevan hingga hari ini. Ya, kan?

Yup, buku ini sungguh berani dan penuh inspirasi. Di halaman sekian ia sanggup membuat Anda mengangguk sementara di halaman lain justru mendorong pembacanya geleng-geleng kepala.

Memang, setiap kita mungkin punya pendapat masing-masing tentang siapa dan bagaimana Tan Malaka. Namun, lepas dari itu semua, satu saja kesimpulannya: tokoh ini muak bangsa Indonesia terpinggirkan di tanahnya sendiri!

Betapa semangat demikianlah yang kita butuhkan di era milenial dewasa ini.  Yang setuju boleh tunjuk tangan!

Harga: Rp. 35.000,- di luar ongkos kirim.

Persediaan terbatas.

 

 

Tulis komentar Anda

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s