SEBILAH PISAU DARI TOKYO

Sebilah Pisau dari Tokyo

Judul: Sebilah Pisau dari Tokyo, 124 halaman.

Penulis: Naning Pranoto.

Penerbit: Grasindo, Jakarta, 2003.

Review: “Mari makan malam bersamaku, sebelum polisi menangkapku. Atau, sebelum aku menyerahkan diri ke polisi,” kudengar lamat-lamat suara Taro mengajakku makan.

Aku tidak mau dan tidak bisa memenuhi ajakannya. Perutku mual dan mataku berkunang-kunang. Terbayang kilatan itu, yang berasal dari sebuah pisau jagal. Ya, pisau besar dari kayu eboni itu pemberian Paman Tsuda kepada Naomi, istri Taro.

Masalahnya, sekarang aku hanya berdua dengan Taro di rumah pasangan itu.

“Malam ini Naomi tidak akan pulang. Ia tak akan pernah pulang lagi. Dia pulang ke tempat lain…”

Duh, kemana Naomi?

Adakah Aku terjebak?

Gawat.

Nah, itu baru cerita utama. Masih ada 16 kisah pendek lain yang sama bagusnya.

“Mas, besok malam akan ada tamu! Mungkin, dia akan menginap di sini,” kata Punik.

“Siapa tamunya?” ia terkejut.

“Anakku. Anakku lanang, dari Australia!” sahut Punik.

“Sejak kapan kamu punya anak di sana?” tanyanya dengan mata memerah.

“Kenapa baru cerita sekarang?”

“Aku ini suamimu!”

Waduh. Apa lagi ini? Tambah gawat, jelas.

Ya, sudah. Lanjut sendiri saja. Buku kumpulan cerpen ini biarpun tipis tapi isinya, jangan tanya. Nendang banget!

Harga: Rp. 30.000,- di luar ongkos kirim

Persediaan terbatas.

beli

One thought on “SEBILAH PISAU DARI TOKYO

Tulis komentar Anda

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s