ZAMAN EDAN — RONGGOWARSITO

Judul: Zaman Edan, edisi terjemahan dari karya klasik “Serat Kalatidha”, 172 halaman.

Penulis asli: Ronggowarsito.

Penerbit: Narasi, Jogjakarta.

Review: Sebagai penikmat pustaka, Anda pasti pernah tahu atau dengar tentang Ronggowarsito, bukan?

Yup, ia adalah pujangga utama Keraton Surakarta sekian abad silam, yang termasyhur dan dianggap memiliki kemampuan meramalkan masa depan. Setelah beliau mangkat, konon, tak ada lagi dan tak mungkin lagi ada sosok dengan kebijaksanaan batin sepertinya.

Bernama asli Bagus Burhan, Ronggowarsito yang kita pahami ini sejatinya adalah generasi ketiga atau Ronggowarsito III, yang kakek buyutnya adalah Yosodipuro I, seorang bangsawan sekaligus sastrawan papan atas dalam kesusastraan Jawa.

“Zaman Edan”, syair paling populer buah pena Ronggowarsito, tertulis dalam “Serat Kalathida”, yang secara literal bermakna “Zaman Cacat”. Cuplikannya demikian:

Hidup di zaman edan

gelap jiwa bingung pikiran

turut edan hati tak tahan

jika tidak turut

batin merana dan penasaran

tertindas dan kelaparan

tapi janji Tuhan sudah pasti

seuntung apa pun orang yang lupa daratan

lebih selamat orang yang menjaga kesadaran

Hmm… begitu menohok dan tetap aktual pesannya di era hiruk pikuk media sosial sekarang, ya?

So?

Tak salah lagi. Kalau gemar membaca karya sastra atau intens mencari apa makna hidup dan kehidupan, bacaan langka ini untuk Anda.

Oh ya, sekalian tahu saja, buku ini adalah kompilasi lima karya Ronggowarsito, yang aslinya berbentuk tembang. Selain “Serat Kalatidha” yang memuat gambaran “Zaman Edan”, empat bundel lainnya meliputi:

“Serat Sabda Jati” — “Kabar Kepastian”, isinya “unbelievable”, di mana Ronggowarsito dengan tepat menuliskan kapan ia akan menutup mata.

“Serat Sabdatama” — “Nasihat Utama”, berisi nasihat bahwa kesengsaraan yang menimpa seseorang adalah buah perkataan atau perbuatannya sendiri.

“Serat Jaka Lodhang” — “Jaka Lodang”, isinya tentang ramalan seorang pemuda, bahwa akan datang kemenangan besar dan zaman keemasan di mana bahkan seorang penganggur pun tak luput mendapatkan rejeki dari langit.

“Serat Wedharaga” — “Pedoman Diri”, berisi nasihat bagi kaum muda agar menjadi pribadi yang mengabdikan diri kepada Tuhan maupun kemanusiaan, dan bukan malah mengumbar nafsu.

Pendek kata, kumpulan karya pujangga Keraton Solo yang dikemas dalam buku ini terasa begitu jernih. Sanggup menjadi dian — obor— dalam derap kehidupan di era milenial sekarang.

Silakan rasakan sendiri terang yang dibawa Ronggowarsito!

Harga: Rp. 55.000,- di luar ongkos kirim.

Persediaan terbatas.

 

Tulis komentar Anda

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s