SECOND CHANCE — Untuk Uang, Hidup, dan Dunia Kita

Ringkasan buku karya Robert Kiyosaki (2015)

Ide Utama

Ketika krisis keuangan 2007-2008 melanda, awam bingung memahami apa yang bergejolak di pasar finansial. Kehancuran pasar derivatif yang bermula dari kejatuhan sub-prime mortgage di Amerika Serikat, itulah yang terjadi. Excuse me?

Yang jelas, tak sedikit investor atau pelaku pasar jadi korban, luluh lantak kehilangan dananya dalam sekejap mata lantaran tingginya ketidakpastian kala itu. Terombang-ambing dari satu berita ke berita lain, yang serba sumir, membingungkan dan bikin kepala berdenyut.

Nah, pada kondisi ekstrem seperti itulah kecerdasan finansial yang benar dan kuat secara fundamental menunjukkan kekuatannya. Sayangnya, intelijensi yang satu ini tak pernah diajarkan di sekolah. Tambahan lagi, ia berbeda 180 berajat dengan rekomendasi pakar keuangan pribadi arus utama, yang umumnya menyarankan klien untuk beternak uang melalui aneka produk di pasar keuangan.

Ringkasan Inti

Bagi Robert Kiyosaki, penulis buku best-seller “Rich Dad Poor Dad”, cerdas finansial bukanlah soal Anda paham beragam aneka produk finansial plus beragam istilah di dalamya yang kompleks atau sengaja dibikin rumit. Ada yang lebih mendasar, yakni terkait tujuan pendidikan itu sendiri. Adalah ironi bahwa edukasi modern ternyata dirancang untuk mempersiapkan orang menjadi karyawan dan konsumen. Ini menyedihkan.

Nyaris sebagian besar orang berasumsi bahwa pendidikan adalah solusi untuk mengentaskan kemiskinan. Sampai batas tertentu mungkin itu ada benarnya. Mereka yang pintar dan tekun di sekolah akan lebih berkesempatan punya pekerjaan bagus dengan penghasilan besar. Tapi jujur saja, hidup tak sesimpel itu, Ferguso!

Kekayaan sejati bukanlah tentang mendapatkan gaji tinggi melainkan soal kemampuan mengumpulkan aset yang memasukkan uang ke dalam saku Anda tanpa harus terjebak keharusan bekerja rutin dari pagi sampai sore, “a nine to five“.

Empat Kelas Aset

Kiyosaki menyarankan bahwa cara terbaik untuk merencanakan masa depan dan keluar dari “rat race” secepatnya adalah memilih di antara empat kelas aset dan memberdayakannya: bisa bisnis, real estat, paper asset, atau komoditas. Asahlah keterampilan untuk mendapatkan dan mengembangkannya alih-alih bersikeras menapaki kesuksesan karir, yang makin tinggi jabatan semakin sengit persaingannya. Meski demikian, serta merta angkat kaki dari pekerjaan demi cara pandang yang baru juga tidak disarankan.

Dan memang betul, ada risiko di setiap kelas aset. Namun, semuanya akan terbayar seiring dengan jam terbang Anda menggelutinya di samping semua itu akan melekat sebagai skill pribadi. Ini berbeda dengan dunia kerja yang pada akhirnya mesti ditinggalkan saat pindah atau pensiun. Kalau bisa membangun aset untuk diri sendiri dengan kerja yang sama kerasnya sebagai orang gajian, mengapa tak membiarkan diri mencoba yang pertama?

Jadi?

Intinya jangan takut keluar dari zona nyaman namun harus berhati-hati. Dan ini memang lebih mudah diucapkan ketimbang dijalankan. Meski demikian, mulai saja: dapatkan aset dengan cara berutang. Karena bagaimana pun, utang adalah pengungkit, begitu kata Kiyosaki.

Lebih pasnya, utang baik (good debt) adalah jalan untuk mendapatkan aset, yang di masa depan berpeluang menjadi cash flow masuk untuk Anda. Tentu ini proses panjang dan tak bisa semalam beres. Namun sekali menyelaminya, Anda hidup dalam paradigma baru yang memberdayakan.

Kesempatan Kedua “Cetak” Uang Sendiri

Well, buku ini memang menantang dan butuh dibaca berkali-kali karena ada materi berharga di dalamnya, pelajaran soal uang yang, katakanlah, anti-mainstream. Penulis menawarkan “Second Chance”, Kesempatan Kedua, bagi mereka yang mau membuka mata dan mulai menyadari bahwa sistem moneter global dirancang untuk merampas kekayaan yang diperoleh dengan susah payah oleh kelas menengah atau kaum pekerja.

Bagaimana agar orang kokoh secara finansial? Ini resepnya: cari tahu kelas aset apa yang paling cocok untuk Anda. Teliti minat pribadi dan berusahalah mendapatkan aset pilihan itu dengan bantuan pengungkit atau utang. Tentu harus ada perhitungan matang di sini, tidak hantam kromo meminjam di luar kemampuan melunasinya. Kembangkan terus aset tersebut sampai Anda secara alami bertindak mirip dengan bank, yang dapat “mencetak” uang secara legal dari ruang hampa, paling tidak ketika utang terkait aset itu sudah terlunasi.

Seperti itulah kurang lebih makna dari “fractional reserve system”, sebuah pendekatan lazim dalam dunia perbankan di mana bank “memutar” dana dengan cara meminjamkannya sekian kali lebih besar dari total tabungan nasabah yang dikelolanya. Penabung atau pemilik deposito diberi bunga ala kadarnya alias mini atas uang mereka yang disimpan di bank, yang signifikan perbedaannya dengan bunga pinjaman yang mesti dibayarkan oleh debitur. Selisih bunga itulah yang menghidupi bank, menciptakan inflasi, mengurangi daya beli, dan sekaligus membuat pajak terus naik.

Bagi Kiyosaki, sistem tersebut sungguh menyengsarakan awam, khususnya kelas menengah dan pekerja. Di sinilah menurutnya diperlukan pemahaman yang solid bahwa “knowledge is the new money” — pengetahuan adalah uang yang baru.

Kutipan Penting

“Kesempatan Kedua dalam hidup menuntut kita memiliki keberanian untuk melihat apa yang sebagian besar orang tak bisa lihat.”

Di sekolah, orang yang membuat kesalahan paling sedikitlah yang menang. Di dunia nyata, orang yang membuat kesalahan paling banyaklah yang menang.

Sistem uang dirancang untuk membuat orang tetap miskin, bukan membuat orang jadi kaya. Sistem moneter dirancang untuk membuat orang terus bekerja keras demi uang. Uang memperbudak mereka yang tak berpendidikan finansial. Mereka yang tak terdidik secara finansial menjadi budak gaji. Kekayaan kita dicuri melalui uang, melalui sesuatu yang dicari sebagian besar orang dengan bekerja sepanjang hidup…

Beli edisi cetak buku ini di Gramedia.

Beli edisi cetak buku ini di Bukalapak.

Beli edisi cetak buku ini di blibli.

  • Suka dengan ringkasan singkat ini dan merasa ada manfaatnya? Yuk tunjukkan dukungan Anda untuk Pustaka Buku Bekas dalam bentuk donasi.
  • Anda dapat berkontribusi mulai dari lima ribu, tiga ribu, dua ribu rupiah saja. Klik gambar di bawah ini dan yakinlah asupan mental sama pentingnya dengan belanja online. Setuju, kan?
  • Ingin ringkasan yang lebih detil lagi dari buku ini? Silakan lengkapi dan kirimkan formulir di bawah ini sambil berkontribusi mulai dari dua puluh ribu, lima belas ribu, sepuluh ribu rupiah saja per judul. Kami akan menginfokan rekening transfer untuk selanjutnya mengirimkan ringkasan buku langsung ke inbox Anda maksimal tujuh hari kerja setelah dana terkonfirmasi.

Tulis komentar Anda

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s