THE ART OF THINKING CLEARLY — 99 Sesat Pikir dalam Investasi, Bisnis, dan Masalah Pribadi

Ringkasan buku karya Rolf Dobelli (2014)

Ide Utama

Karya best-seller New York Times ini merangkum segala bias atau kecenderungan psikokogis manusia dalam berpikir dan mengambil keputusan.

Dobelli memaparkan 99 ilusi pikiran, yang awalnya dimaksudkan untuk membantu individu bertahan hidup namun seiring berjalannya waktu dan berkembangnya dunia, apa yang dulu dirasa pas kini malah berubah menjadi Sesat Pikir (fallacy).

Ringkasan Inti

Sesat Pikir itu apa dan bagaimana bentuknya? Well, gampangnya ini adalah kekeliruan bernalar yang timbul karena otak kita berpikir dalam konteks masa lalu, padahal yang dihadapi adalah masa kini. 

Coba renungkan, apakah Anda: 

–  Pernah berniat memulai bisinis setelah terinspirasi kisah sukses?

– Percaya ramalan atau prediksi pakar di media?

– Merasa bahwa apa yang diyakini orang banyak pasti benar?

Hati-hati, ada ilusi di sana, yang oleh penulis disebut kegagalan untuk berpikir jernih dan oleh banyak pakar disebut kesalahan kognitif/cognitive error. Penyimpangan logika demikian terjadi secara berulang-ulang dan dapat berlangsung dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Untuk keluar dari situasi demikian, menyadari bahwa kita berada dalam bias tertentu adalah langkah awal yang memberdayakan. Kenalilah keterjebakan pikiran tersebut dan ingatlah bahwa yang bisa dilakukan adalah mengurangi irasionalitas di samping ada kalanya membiarkan intuisi mengambil alih ketika apa yang dihadapi itu dirasa memiliki konsekuensi terbatas. Satu lagi, kepintaran tambahan atau gagasan baru mungkin tidak diperlukan karena tidak semua kesalahan kognitif adalah racun kehidupan.

Ragam Sesat Pikir

Ini beberapa bias logika yang kerap menjebak kita:

Bias Kelestarian/Survivorship Bias: orang cenderung hanya mendengar cerita seputar keberhasilan atau sudut pandang “mereka yang selamat”, dan enggan menyimak kisah kegagalan.

Ilusi Tubuh Perenang/Swimmer’s Body Illusion: seorang perenang profesional tidak mendapatkan tubuh yang sempurna karena mereka berlatih keras. Justru, ia perenang yang baik karena kondisi fisiknya mendukung.

Ilusi Pengelompokan/Clustering Illusion: Anda sering kan, melihat gambar wajah di awan atau mengenali bentuk binatang di bebatuan. Itu dia, orang sering merasa melihat pola padahal sebenarnya tidak ada!

Pengakuan sosial/Social Proof: sekelompok orang memandang ke langit, maka tanpa berpikir lagi Anda melakukan hal yang sama. Inilah naluri kelompok di mana seseorang merasa benar bila bertindak sama dengan yang dilakukan sekelilingnya.

Sesat Pikir Biaya yang Sudah dikeluarkan/Sunk Cost Fallacy: Saya kehilangan banyak uang karena saham ini, saya tidak bisa menjualnya sekarang! Ini asli tidak masuk akal karena mestinya yang diperhitungkan adalah kinerja saham ke depan, bukan harga pembeliannya!

Timbal Balik/Resiprocity: minggu lalu sebuah organisasi konservasi lingkungan mengirimi Anda paket berisi gambar pemandangan yang indah, dan itu gratis katanya. Si kecil ternyata menyukainya. Kok Anda merasa tak enak hati bila tak berdonasi pada organisasi itu, ya?

Bias Konfirmasi/Confirmation Bias: inilah induk segala kesalahpahaman di mana seseorang menafsirkan informasi baru selaras dengan apa yang jadi perhatiannya. Anda ingin beli mobil warna kuning emas, misalnya. Eh, kok sepanjang  jalan, banyak sekali sih mobil dengan warna itu!

Bias Otoritas/Authority Bias: bertanya soal obat herbal kepada dokter? hehee; bertanya perlu atau tidak punya asuransi kepada agen asuransi? hahaa. Jangan salah kamar dong, bro and sis!

Efek Kontras/Contrast Effect: kalau sedang cari jodoh, sebaiknya Anda jangan keluyuran dengan orang yang jauh lebih keren karena itu bakal mengurangi poin Anda. Pergi saja dengan teman yang bersahaja atau malah, ups — sorry, mereka yang penampilannya di bawah Anda!

Regresi Menuju Rata-rata/Regression to the Mean: contohnya, saham atau reksadana yang naik paling tinggi dalam tiga tahun terakhir hampir tidak akan menjadi saham atau reksadana terbaik dalam tiga tahun ke depan. Bagaimana pun, apa yang luar biasa akan diselingi oleh yang biasa-biasa saja!

Angsa Hitam/Black Swan: peristiwa tak terpikirkan yang sangat mempengaruhi kehidupan seseorang, organisasi, perusahaan atau bahkan negara. Ada Angsa Hitam yang positif, ada juga yang negatif. Contoh, mulai dari runtuhnya Uni Soviet, diluncurkannya Bitcoin, ditemukannya tambang emas baru, sampai anjlognya pasar saham secara tiba-tiba, dan sebagainya. Eh, bagaimana dengan COVID-19? Hmm…

Personifikasi/Personification: jika ingin memotivasi individu, sebaiknya gunakanlah cerita, lengkap dengan wajah dan nama. Sekadar memaparkan bukti statistik dan mengharapkan orang tergerak bisa dibilang ini mimpi di siang bolong.

Kutipan Penting

“Jujur saja. Kita tidak tahu dengan pasti apa yang membuat kita sukses. Kita tidak dapat menunjuk dengan penuh keyakinan apa yang membuat kita bahagia. Tapi kita tahu pasti apa yang menghancurkan sukses atau kebahagiaan. Kesadaran ini, sesederhana itu, adalah fundamental: pengetahuan negatif (apa yang jangan dilakukan) sering lebih berguna dari pengetahuan positif (apa yang harus dilakukan).”

“… jika seseorang di supermarket mendekati Anda, entah menawarkan untuk mencicipi anggur, sepotong keju atau segenggam zaitun, nasihat saya untuk Anda adalah menolak tawaran mereka — kecuali Anda ingin akhirnya memenuhi kulkas dengan barang-barang yang bahkan tidak Anda sukai.”

“Anggaplah bahwa pandangan Anda tidak diterima masyarakat. Lebih dari itu: jangan beranggapan bahwa siapa pun yang berpikir berbeda adalah orang idiot. Sebelum Anda meragukan mereka, pertanyakan dulu asumsi Anda sendiri.”

Beli edisi cetak buku ini di Gramedia.

Beli edisi cetak buku ini di Bukalapak.

Beli edisi cetak buku ini di blibli.

  • Suka dengan ringkasan singkat ini dan merasa ada manfaatnya? Yuk tunjukkan dukungan Anda untuk Pustaka Buku Bekas dalam bentuk donasi.
  • Anda dapat berkontribusi mulai dari lima ribu, tiga ribu, dua ribu rupiah saja. Klik gambar di bawah ini dan yakinlah asupan mental sama pentingnya dengan belanja online. Setuju, kan?

Tulis komentar Anda

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s