Category: Kumpulan Cerpen

THE TALES OF TERROR…

Judul: “The Tales of Terror and Detection” (edisi terjemahan dari buku asli yang terbit pada 1839, 214 halaman).

Penulis: Edgar Allan Poe.

Penerbit: Liris, Surabaya, 2010.

Review: Sebagai pewaris dari English Romantic, Edgar Allan Poe adalah kekuatan sastra yang legendaris. Tak sekadar tokoh kondang dalam literatur Amerika, ia juga dikenal sebagai master, si jago cerita, untuk beragam kisah horor, misteri maupun detektif.

Kisah-kisah dalam buku ini adalah bukti kesanggupana Poe pelan-pelan menebar kengerian dan ketakutan hanya dalam beberapa lembar untuk setiap judul karyanya. Terasa begitu gawat namun menggugah secara psikologis.

Ambil contoh kisah Misteri Marie Roget, yang merupakan sekuel dari cerita berjudul Pembunuhan di Rue Morgue. Di sini dimunculkan detektif tenar di jamannya, C. Auguste Dupin, yang sanggup mengungkap kasus hanya dengan caranya berpikir serta kelihaiannya mengumpulkan informasi dari tangan kedua.

(more…)

SEPOTONG BIBIR PALING INDAH DI DUNIA

JpegJudul: Sepotong Bibir Paling Indah Indah di Dunia, Kumpulan Cerpen dan Prosa, 166 halaman.

Penulis: Agus Noor.

Penerbit: Bentang Pustaka, Jogjakarta, 2010.

Review: Masih ingat cerita pendek karya Seno Gumira Ajidarma yang berjudul Sepotong Senja Untuk Pacarku?

Itu lho, tentang Sukab dan Alina.

“Alina tercinta. Bersama surat ini kukirimkan padamu sepotong senja–dengan angin, debur ombak, matahari terbenam, dan cahaya keemasan. Apakah kamu menerimanya dalam keadaan lengkap?” Begitu antara lain kutipan di dalamnya.

Lantas, apa hubungannya dengan buku ini?

(more…)

LAKI-LAKI YANG KAWIN DENGAN PERI

Judul: Laki-Laki yang Kawin dengan Peri, Cerpen Pilihan Kompas 1995, 148 halaman.

Penerbit: Kompas Media Nusantara, Jakarta, 2016.

Review: Kumpulan cerita pendek ini tak perlu diragukan lagi kualitasnya. Ada tujuh belas kisah yang siap dinikmati dan dijamin membawa kepuasan tersendiri bagi pembacanya.

Karya para jawara berderet dalam kompilasi ini. Ada buah pena Kuntowijoyo, Putu Wijaya, Ratna Indraswari Ibrahim, Ahmad Tohari dan Seno Gumira Ajidarma. Tak ketinggalan, penulis idola yang fasih bercerita sisik melik kaum priyayi, Tuan Umar Kayam.

Kita intip, yuk!

(more…)

WIDYAWATI

Judul: Widyawati, 230 halaman.

Penulis: Arti Purbani.

Penerbit: Balai Pustaka, Cetakan Ketujuh, 2001.

Review: Penasaran dengan kumpulan cerita pendek jadul karya penulis lokal?

Mau tahu serba-serbi kisah roman berlatar Jawa klasik pada era ’40-an?

Kalau ya, buku ini sebaiknya jangan dilewatkan!

Terlebih lagi, penulisnya dengan intens menjadikan perempuan sebagai tokoh utama dalam setiap cerita. Nuansa eksotis  terasa mulai dari halaman pertama!

(more…)

PANGGILAN RASUL

Judul: Panggilan Rasul — Kumpulan Cerpen, 163 halaman.

Penulis: Hamsad Rangkuti.

Penerbit: Kepustakaan Populer Gramedia/KPG, cetakan pertama, 2010.

Review: Empat belas kisah pendek bernuansa Islami berjajar di buku kecil ini. Sebagai cerpenis kondang, Hamsad Rangkuti menunjukkan kelasnya dengan ragam cerita yang realis, kaya detil dan menggelitik.

Ambil contoh kisah pertama soal Suherman dan kekasihnya Sriutami dewi.

(more…)

dodolit dodolit dodolibret — CERPEN PILIHAN KOMPAS 2010

Judul: dodolit dodolit dodolibret — Cerpen Pilihan Kompas 2010, 210 halaman.

Editor: Putu Fajar Arcana.

Penerbit: Kompas, Jakarta, 2011.

Review: Memuat delapan belas cerita pendek terpilih sepanjang 2010, buku ini sangat bisa dinikmati sejak halaman pembuka hingga akhir. Semua kisah setara bagusnya, sama “mak jleb”-nya. Banyak saksinya: Kiplik, Sukro, Pak RT, Masdudin, Mak Saniah dan satu lagi, si Tukang Obat!

Tak percaya?

(more…)

MAUKAH KAU MENGHAPUS BEKAS BIBIRNYA DI BIBIRKU DENGAN BIBIRMU?

Judul: Maukah Kau Menghapus Bekas Bibirnya di Bibirku dengan Bibirmu?, 236 halaman.

Penulis: Hamsad Rangkuti dengan kata pengantar dari Agus Noor.

Penerbit: Diva Press.

Review: “Seorang perempuan muda dalam sikap yang mencurigakan berdiri di pinggir geladak….

Dia tampak sedang bersiap-siap hendak melakukan upacara bunuh diri, melompat dari kapal itu.

‘Tolong ceritakan mengapa kau ingin bunuh diri?’

‘Ini dari dia,’ katanya dan melepas sepatu. Sepatu itu jatuh mendekati ombak, kuabadikan dalam kamera.

‘Ini dari dia,’ katanya dan melepas cincin.

‘Semua yang ada padaku yang berasal darinya, akan kubuang ke laut…’

(more…)