Category: Referensi

DO MORE GREAT WORK

Do More Great WorkJudul: Do More Great Work (edisi terjemahan dari buku asli dengan judul yang sama), 245 halaman.

Penulis: Michael Bungay Stanier.

Penerbit: Elex Media Komputindo, Jakarta, 2011.

Review: Ini dua pertanyaan menggelitik untuk direnungkan di awal minggu seperti ini:

– Apakah kesibukan seseorang identik dengan kesuksesan yang bakal ia raih?

– Apakah terjebak dalam rutinitas kerja sama dengan tenggelam dalam kesibukan?

Hmm… bagaimana bila ternyata kesibukan yang Anda geluti saban hari ternyata hanya sekadar sok sibuk?

Ups, sorry!

(more…)

MEIN KAMPF — Edisi Lengkap, Volume I & II

Judul: “Mein Kampf” — Edisi Lengkap, Volume I & II, (terjemahan dari buku asli dengan judul yang sama, 744 halaman).

Penulis: Adolf Hitler, diperkenalkan pertama kali  di Jerman, Juli 1925.

Penerbit: Narasi, Jogjakarta, 2015.

Review: Siapa yang belum pernah tahu judul buku kontroversial yang legendaris ini?

Atau kalau Anda mungkin sempat membacanya, masih ingatkah apa tema besar yang disodorkan oleh Hitler — sang Fuhrer — di sini?

“Mein Kampf”, yang dalam bahasa Indonesia berarti Perjuanganku, merupakan buku manual kaum Nazi pimpinan Adolf Hitler. Di dalamnya termuat visi misi serta rencana besar berikut skenario sang pemimpin dalam rangka menaklukkan bangsa-bangsa di dunia.

Mengapa penguasaan atau penaklukan tersebut penting bagi Hitler dan Nazi pengikutnya?

(more…)

HATI-HATI BERASURANSI

Judul: Hati-Hati Berasuransi, 173 halaman.

Penulis: Andreas Freddy Pieloor.

Penerbit: Elex Media Komputindo, Jakarta, 2017.

Review: Tak dapat diingkari bahwa sebagian masyarakat kita cenderung  antipati terhadap asuransi.  Pun, tak dapat dihindari kesan bahwa asuransi itu gampang masuknya tapi susah keluarnya! Huff…

Padahal, esensi asuransi adalah membeli perlindungan sebagai antisipasi atas risiko yang mungkin timbul. Betapa sia-sianya bila perlindungan yang dipilih tak bisa diklaim padahal uang sudah keluar dalam bentuk pembayaran premi.

Nah, buku ini hadir memberikan semua yang dibutuhkan oleh nasabah/calon nasabah asuransi sebelum mereka sampai pada keputusan mengambil sebuah produk perlindungan. Teliti sebelum membeli selalu lebih baik ketimbang ujung-ujungnya gigit jari. Ya, kan?

(more…)

JADI KARYAWAN NGGAK KAYA? PERCUMA…

Jadi Karyawan Gak Kaya? Percuma...

Judul: Jadi Karyawan Nggak Kaya? Percuma… (374 halaman).

Penulis: Eka Dharma Pranoto.

Penerbit: Andi Publishing, Jogjakarta, 2010.

Review: Siapa bilang untuk kaya Anda harus meninggalkan pekerjaan sehari hari?

Kata siapa pegawai kantoran umumnya bernasib rata rata alias mesti puas dengan “jatah” bulanan yang didapat dari gaji?

Mari ubah perspektif, ganti pola pikir dan mulailah melangkah ke kuadran kanan ala Robert Kiyosaki. Sadari bahwa untuk menjadi kaya dibutuhkan multiple stream of income.

Hmm… apa maksudnya?
(more…)

WHO MOVED MY CHEESE? — Cara Cerdas Menyiasati Perubahan dalam Hidup dan Pekerjaan

Judul: “Who Moved My Cheese?” — Cara Cerdas Menyiasati Perubahan dalam Kehidupan dan Pekerjaan (edisi terjemahan dari buku asli dengan judul yang sama), 105 halaman.

Penulis: Spencer Johnson, M.D..

Penerbit: Elex Media Komputindo, Jakarta, 2003.

Review: Di dalam diri setiap orang terdapat empat karakter unik, demikian menurut karya laris ini. Dua di antaranya seperti tikus bernama Sniff dan Scurry dan dua lainnya mirip kurcaci — Hem dan Hwa.

Dalam kaitan itu, yang namanya perubahan adalah keniscayaan yang tak terelakkan dalam hidup. Nah, ketika harus menghadapinya, masing-masing individu punya kecenderungan, yang secara imajiner digambarkan seperti:

(more…)

ONE HUNDRED WISDOM STORIES FROM AROUND THE WORLD

100 Cerita Bijak

Judul: “One Hundred Wisdom Stories from around the World”: 100 Cerita Bijak dari seluruh Penjuru Dunia (edisi terjemahan dari buku asli dengan judul yang sama), 228 halaman.

Penulis: Margaret Silf.

Penerbit: Grasindo, Jakarta, 2005.

Review: “Dahulu, musibah menimpa orang-orang Comanche. Kemarau panjang menyebabkan penduduk menderita hingga mereka sekarat satu per satu.

Tersebutlah seorang gadis kecil bernama ‘dia yang duduk sendirian’. Ia bertahan dalam kesengsaraannya ditemani sebuah boneka kesayangannya.

Suatu hari, orang-orang memutuskan pergi mendaki gunung menyapa Roh Agung.

Kata Sang Roh, “Selama ini bumi tertekan. Sekian banyak dari kalian mengambil segalanya dari bumi tanpa mau sedikit pun memberikan kembali. Harus ada persembahan bagi bumi. Bentuknya haruslah apa pun yang paling berharga dari kalian!”

(more…)