Category: Sosial Budaya

8 WAJAH KELAS MENENGAH

Judul: 8 Wajah Kelas Menengah, 365 halaman.

Penulis: Yuswohady, Kemal E. Gani.

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, 2015.

Review: Apakah yang dimaksud dengan kelas menengah?

Jawabnya adalah kelompok masyarakat yang standar hidupnya lumayan. Mereka ini terdidik, punya pekerjaan/kesibukan tetap, melek teknologi dan terkoneksi secara sosial. Inilah wajah sebagian masyarakat kita dewasa ini secara umum, yang biasanya hidup di kota-kota besar maupun kawasan penyangga di sekelilingnya.

Lantas, apa perlunya kita paham perihal kelas menengah di tanah air?

(more…)

SOEGIJA: 100% INDONESIA

Soegija: 100% Indonesia

Judul: Soegija: 100% Indonesia, 135 halaman.

Penulis: Ayu Utami.

Penerbit: Kepustakaan Populer Gramedia KPG, Jakarta, 2012.

Review: Buku ini merupakan dokumentasi atau mungkin bisa dikatakan biografi dari seorang imam Katolik bernama Soegija, yang ditulis oleh novelis Ayu Utami dengan alur bercerita yang mengalir dan populer.

Mengapa karya ini menarik? Apa karena kebetulan ia sudah difilmkan sekian waktu silam?

Atau ada alasan lain?
(more…)

ZAMAN EDAN — RONGGOWARSITO

Judul: Zaman Edan, edisi terjemahan dari karya klasik “Serat Kalatidha”, 172 halaman.

Penulis asli: Ronggowarsito.

Penerbit: Narasi, Jogjakarta.

Review: Sebagai penikmat pustaka, Anda pasti pernah tahu atau dengar tentang Ronggowarsito, bukan?

Yup, ia adalah pujangga utama Keraton Surakarta sekian abad silam, yang termasyhur dan dianggap memiliki kemampuan meramalkan masa depan. Setelah beliau mangkat, konon, tak ada lagi dan tak mungkin lagi ada sosok dengan kebijaksanaan batin sepertinya.

Bernama asli Bagus Burhan, Ronggowarsito yang kita pahami ini sejatinya adalah generasi ketiga atau Ronggowarsito III, yang kakek buyutnya adalah Yosodipuro I, seorang bangsawan sekaligus sastrawan papan atas dalam kesusastraan Jawa.

“Zaman Edan”, syair paling populer buah pena Ronggowarsito, tertulis dalam “Serat Kalathida”, yang secara literal bermakna “Zaman Cacat”. Cuplikannya demikian:

(more…)

CHICKEN SOUP FOR THE TRAVELLER’S SOUL

Judul: “Chicken Soup for the Traveller’s Soul” (edisi terjemahan dari buku asli dengan judul sama), 409 halaman.

Penulis: Jack Canfield, Mark Victor Hansen dan Steve Zikman.

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, 2010.

Review: Bepergian merupakan salah satu kebebasan yang paling berharga bagi setiap individu. Nah, buku laris ini merangkum beragam kisah seputar aktivitas tersebut. Ada yang namanya bepergian atau perjalanan untuk alasan romantis, perjalanan untuk urusan pekerjaan, perjalanan iseng dan seterusnya.

Ada banyak kisah yang “mak jleb”!  Ini salah satu di antaranya:

(more…)

MEIN KAMPF — Edisi Lengkap, Volume I & II

Judul: “Mein Kampf” — Edisi Lengkap, Volume I & II, (terjemahan dari buku asli dengan judul yang sama, 744 halaman).

Penulis: Adolf Hitler, diperkenalkan pertama kali  di Jerman, Juli 1925.

Penerbit: Narasi, Jogjakarta, 2015.

Review: Siapa yang belum pernah tahu judul buku kontroversial yang legendaris ini?

Atau kalau Anda mungkin sempat membacanya, masih ingatkah apa tema besar yang disodorkan oleh Hitler — sang Fuhrer — di sini?

“Mein Kampf”, yang dalam bahasa Indonesia berarti Perjuanganku, merupakan buku manual kaum Nazi pimpinan Adolf Hitler. Di dalamnya termuat visi misi serta rencana besar berikut skenario sang pemimpin dalam rangka menaklukkan bangsa-bangsa di dunia.

Mengapa penguasaan atau penaklukan tersebut penting bagi Hitler dan Nazi pengikutnya?

(more…)

MUSLIHAT, POLITIK & RENCANA EKONOMI BERJUANG

Judul: Muslihat, Politik & Rencana Ekonomi Berjuang, 235 halaman.

Penulis: Tan Malaka.

Penerbit: Narasi, Jogjakarta.

Review: Di suatu malam pada pertemuan antara Bung Karno, Bung Hatta, Bung Sjahrir dan K.H. Agus Salim — Tan Malaka yang hadir tanpa diundang berkata lantang:

“Kepada para sahabat, tahukah kalian kenapa aku tidak tertarik pada kemerdekaan yang kalian ciptakan? Aku merasa kemerdekaan itu tidak kalian rancang untuk kemaslahatan bersama. Kemerdekaan kalian diatur oleh segelintir manusia, tidak menciptakan revolusi besar. Hari ini aku datang kepadamu, wahai Soekarno sahabatku…Harus aku katakan bahwa kita belum merdeka karena merdeka haruslah 100 persen…”

Seratus persen apa?

(more…)

GERPOLEK— Gerilya-Politik-Ekonomi

Judul: Gerpolek— Gerilya-Politik-Ekonomi, 139 halaman.

Penulis: Tan Malaka, terbit pertama kali Mei, 1948.

Penerbit: Narasi, Jogjakarta, 2018.

Review: Sering dikatakan bahwa orang yang meringkuk di penjara jiwanya menjadi lebih kuat. Badan memang terkurung, namun siapa yang dapat membelenggu jiwa?

Nah, itu terbukti dalam karya besar Tan Malaka ini, yang ditulisnya tanpa dukungan kepustakaan apa pun saat ia mendekam di hotel prodeo Madiun sekitar tahun 1947-1948.

Membangun politik dan ekonomi yang merdeka, itulah tema dasar pustaka ini.

Benar, Tuan Malaka ingin Indonesia berdaulat sepenuhnya. Kata merdeka dimaknainya sebagai kebebasan penuh sebuah bangsa tanpa gerusan campur tangan asing mana pun serta lepas dari kepentingan pribadi siapa pun!

(more…)