Category: Sosial Budaya

MUSLIHAT, POLITIK & RENCANA EKONOMI BERJUANG

Judul: Muslihat, Politik & Rencana Ekonomi Berjuang, 235 halaman.

Penulis: Tan Malaka.

Penerbit: Narasi, Jogjakarta.

Review: Di suatu malam pada pertemuan antara Bung Karno, Bung Hatta, Bung Sjahrir dan K.H. Agus Salim — Tan Malaka yang hadir tanpa diundang berkata lantang:

“Kepada para sahabat, tahukah kalian kenapa aku tidak tertarik pada kemerdekaan yang kalian ciptakan? Aku merasa kemerdekaan itu tidak kalian rancang untuk kemaslahatan bersama. Kemerdekaan kalian diatur oleh segelintir manusia, tidak menciptakan revolusi besar. Hari ini aku datang kepadamu, wahai Soekarno sahabatku…Harus aku katakan bahwa kita belum merdeka karena merdeka haruslah 100 persen…”

Seratus persen apa?

(more…)

MONICA’S STORY

Judul: Monica’s Story, edisi terjemahan dari buku asli dengan judul yang sama, 395 halaman.

Penulis: Andrew Morton.

Penerbit: Dabara Publishers, Solo 1999.

Review: “Nyonya, Anda dalam masalah serius,” kata mereka  kepadanya dengan cara yang kurang menyenangkan.

Dengan gelagapan dan pandangan memelas, ia menatap dua agen FBI di depannya. Lantas, matanya tertuju kepada Linda Tripp sambil bergumam: “Teganya kau melakukan ini padaku!” “Bagaimana aku bisa mempercayaimu selama ini?”

“Akhirnya… ia berhasil mengeluarkan satu kalimat, yang umumnya ada dalam adegan film kriminal: ‘Saya tidak berbicara kepada siapa pun tanpa pengacara saya.'”

Orang-orang itu mengatakan jika ia mau kompromi, masalahnya jadi lebih sederhana. Demi alasan  tersebut, ia menurut saja kala mereka menggiringnya ke sebuah ruangan di Ritz Carlton. Sekian menit berlalu, kesadaran mulai merayapi hatinya: “Tolong, monster-monster ini menangkapku! Ya Tuhan, tolong!”

(more…)

MEIN KAMPF — Edisi Lengkap, Volume I & II

Judul: “Mein Kampf” — Edisi Lengkap, Volume I & II, (terjemahan dari buku asli dengan judul yang sama, 744 halaman).

Penulis: Adolf Hitler, diperkenalkan pertama kali  di Jerman, Juli 1925.

Penerbit: Narasi, Jogjakarta, 2015.

Review: Siapa yang belum pernah tahu judul buku kontroversial yang legendaris ini?

Atau kalau Anda mungkin sempat membacanya, masih ingatkah apa tema besar yang disodorkan oleh Hitler — sang Fuhrer — di sini?

“Mein Kampf”, yang dalam bahasa Indonesia berarti Perjuanganku, merupakan buku manual kaum Nazi pimpinan Adolf Hitler. Di dalamnya termuat visi misi serta rencana besar berikut skenario sang pemimpin dalam rangka menaklukkan bangsa-bangsa di dunia.

Mengapa penguasaan atau penaklukan tersebut penting bagi Hitler dan Nazi pengikutnya?

(more…)

MARHAENIS MUHAMMADIYAH

Marhaenis Muhammadiyah

Judul: Marhaenis Muhammadiyah, 323 halaman.

Penulis: Abdul Munir Mulkhan.

Penerbit: Galangpress, Jogjakarta, 2010.

Review: Apa jadinya saat  kaum Abangan tertarik menjadi warga Muhammadiyah?

Apa jadinya saat fenomena ketertarikan tersebut meluas hingga ke pedesaan sekaligus wilayah pinggiran di sekelilingnya?

Nyatanya, yang demikian itu eksis di sebuah wilayah di Jawa Timur. Identifikasi atas keberadaan mereka terbilang unik: kelompok ini disebut MarMud — singkatan dari Marhaenis Muhammadiyah.

(more…)

DARI PRESIDEN KE PRESIDEN

Dari Presiden ke Presiden

Judul: Dari Presiden ke Presiden: Kartun Opini di Mingguan dan Harian Kontan, Buku 1: Tingkah Polah Elit Politik, 333 halaman

Penulis: Benny Rahmadi

Penerbit: KPG, Kepustakaan Populer Gramedia, Jakarta, 2009

Review: Suka buku bergambar yang nendang?

Suka buku yang isinya mengajak pembaca senyam-senyum sendiri?

Hmm… tak salah lagi, ini salah satunya!

(more…)

GERPOLEK— Gerilya-Politik-Ekonomi

Judul: Gerpolek— Gerilya-Politik-Ekonomi, 139 halaman.

Penulis: Tan Malaka, terbit pertama kali Mei, 1948.

Penerbit: Narasi, Jogjakarta, 2018.

Review: Sering dikatakan bahwa orang yang meringkuk di penjara mentalnya menjadi lebih kuat. Badan memang terkurung, namun siapa yang dapat membelenggu jiwa?

Nah, itu terbukti dalam karya besar Tan Malaka ini, yang ditulisnya tanpa dukungan kepustakaan apa pun saat ia mendekam di hotel prodeo Madiun sekitar tahun 1947-1948.

Membangun politik dan ekonomi yang merdeka, itulah tema dasar pustaka ini.

Benar, Tuan Malaka ingin Indonesia berdaulat sepenuhnya. Kata merdeka dimaknainya sebagai kebebasan penuh sebuah bangsa tanpa gerusan campur tangan asing mana pun serta lepas dari kepentingan pribadi siapa pun!

(more…)