Category: Sosial Budaya

8 WAJAH KELAS MENENGAH

Judul: 8 Wajah Kelas Menengah, 365 halaman.

Penulis: Yuswohady, Kemal E. Gani.

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, 2015.

Review: Apakah yang dimaksud dengan kelas menengah?

Jawabnya adalah kelompok masyarakat yang standar hidupnya lumayan. Mereka ini terdidik, punya pekerjaan/kesibukan tetap, melek teknologi dan terkoneksi secara sosial. Inilah wajah sebagian masyarakat kita dewasa ini secara umum, yang biasanya hidup di kota-kota besar maupun kawasan penyangga di sekelilingnya.

Lantas, apa perlunya kita paham perihal kelas menengah di tanah air?

(more…)

MUSLIHAT, POLITIK & RENCANA EKONOMI BERJUANG

Judul: Muslihat, Politik & Rencana Ekonomi Berjuang, 235 halaman.

Penulis: Tan Malaka.

Penerbit: Narasi, Jogjakarta.

Review: Di suatu malam pada pertemuan antara Bung Karno, Bung Hatta, Bung Sjahrir dan K.H. Agus Salim — Tan Malaka yang hadir tanpa diundang berkata lantang:

“Kepada para sahabat, tahukah kalian kenapa aku tidak tertarik pada kemerdekaan yang kalian ciptakan? Aku merasa kemerdekaan itu tidak kalian rancang untuk kemaslahatan bersama. Kemerdekaan kalian diatur oleh segelintir manusia, tidak menciptakan revolusi besar. Hari ini aku datang kepadamu, wahai Soekarno sahabatku…Harus aku katakan bahwa kita belum merdeka karena merdeka haruslah 100 persen…”

Seratus persen apa?

(more…)

GERPOLEK— Gerilya-Politik-Ekonomi

Judul: Gerpolek— Gerilya-Politik-Ekonomi, 139 halaman.

Penulis: Tan Malaka, terbit pertama kali Mei, 1948.

Penerbit: Narasi, Jogjakarta, 2018.

Review: Sering dikatakan bahwa orang yang meringkuk di penjara jiwanya menjadi lebih kuat. Badan memang terkurung, namun siapa yang dapat membelenggu jiwa?

Nah, itu terbukti dalam karya besar Tan Malaka ini, yang ditulisnya tanpa dukungan kepustakaan apa pun saat ia mendekam di hotel prodeo Madiun sekitar tahun 1947-1948.

Membangun politik dan ekonomi yang merdeka, itulah tema dasar pustaka ini.

Benar, Tuan Malaka ingin Indonesia berdaulat sepenuhnya. Kata merdeka dimaknainya sebagai kebebasan penuh sebuah bangsa tanpa gerusan campur tangan asing mana pun serta lepas dari kepentingan pribadi siapa pun!

(more…)

ZAMAN EDAN — RONGGOWARSITO

Judul: Zaman Edan, edisi terjemahan dari karya klasik “Serat Kalatidha”, 172 halaman.

Penulis asli: Ronggowarsito.

Penerbit: Narasi, Jogjakarta.

Review: Sebagai penikmat pustaka, Anda pasti pernah tahu atau dengar tentang Ronggowarsito, bukan?

Yup, ia adalah pujangga utama Keraton Surakarta sekian abad silam, yang termasyhur dan dianggap memiliki kemampuan meramalkan masa depan. Setelah beliau mangkat, kabarnya, tak ada lagi dan tidak mungkin lagi ada sosok dengan kebijaksanaan batin sepertinya.

Bernama asli Bagus Burhan, Ronggowarsito yang kita pahami ini sejatinya adalah generasi ketiga atau Ronggowarsito III, yang kakek buyutnya adalah Yosodipuro I, seorang bangsawan sekaligus sastrawan papan atas dalam kesusastraan Jawa.

“Zaman Edan”, syair paling populer buah pena Ronggowarsito, tertulis dalam “Serat Kalathida”, yang secara literal bermakna “Zaman Cacat”. Bunyinya demikian:

(more…)

MONICA’S STORY

Judul: Monica’s Story, edisi terjemahan dari buku asli dengan judul yang sama, 395 halaman.

Penulis: Andrew Morton.

Penerbit: Dabara Publishers, Solo 1999.

Review: “Nyonya, Anda dalam masalah serius,” kata mereka  kepadanya dalam cara yang kurang menyenangkan.

Dengan gelagapan dan pandangan memelas, ia menatap dua agen FBI di depannya. Lantas, matanya tertuju kepada Linda Tripp sambil bergumam: “Betapa teganya kau melakukan ini kepadaku?” “Bagaimana aku sampai bisa mempercayaimu selama ini?”

“Akhirnya… ia berhasil mengeluarkan satu kalimat yang umumnya terdapat dalam film-film kriminal: ‘Saya tidak berbicara kepada siapa pun tanpa pengacara saya.'”

Orang-orang itu mengatakan jika ia mau kompromi maka masalahnya jadi lebih sederhana. Demi alasan  tersebut, ia menurut saja kala mereka menggiringnya ke sebuah ruangan di Ritz Carlton. Sekian menit berlalu, kesadaran mulai merayapi hatinya: “Tolong, monster-monster ini menangkapku! Ya Tuhan, tolong!”

(more…)

MEIN KAMPF — Edisi Lengkap, Volume I & II

Judul: “Mein Kampf” — Edisi Lengkap, Volume I & II, (terjemahan dari buku asli dengan judul yang sama, 744 halaman).

Penulis: Adolf Hitler, diperkenalkan pertama kali  di Jerman, Juli 1925.

Penerbit: Narasi, Jogjakarta, 2015.

Review: Siapa yang belum pernah tahu judul buku kontroversial yang legendaris ini?

Atau kalau Anda paling sedikit pernah mendengarnya, masih ingatkah apa tema besar yang disodorkan oleh Hitler — sang Fuhrer — di sini?

“Mein Kampf”, yang dalam bahasa Indonesia berarti Perjuanganku, merupakan buku manual kaum Nazi pimpinan Adolf Hitler. Di dalamnya termuat visi misi serta rencana besar berikut skenario sang pemimpin dalam rangka menaklukkan bangsa-bangsa di dunia.

Mengapa penguasaan atau penaklukan tersebut penting bagi Hitler dan Nazi pengikutnya?

(more…)

MARHAENIS MUHAMMADIYAH

Marhaenis Muhammadiyah

Judul: Marhaenis Muhammadiyah, 323 halaman.

Penulis: Abdul Munir Mulkhan.

Penerbit: Galangpress, Jogjakarta, 2010.

Review: Apa jadinya saat  kaum abangan tertarik menjadi warga Muhammadiyah?

Apa jadinya saat fenomena ketertarikan tersebut meluas hingga ke pedesaan sekaligus wilayah pinggiran?

Nyatanya, yang demikian itu eksis di sebuah wilayah di Jawa Timur. Identifikasi atas keberadaan mereka terbilang unik: kelompok ini disebut Marmud — singkatan dari Marhaenis Muhammadiyah.

(more…)