Tag: beli buku online

ENTROK

Judul: Entrok, 284 halaman.

Penulis: Okky Madasari.

Penerbit: Gramedia, Jakarta, 2010.

Review: Adalah Marni, perempuan Jawa buta huruf yang memuja leluhur. Melalui sesajen dia menemukan dewa-dewanya, memanjatkan harapannya. Tak pernah ia mengenal Tuhan yang datang dari negeri nun jauh di sana.

Rahayu, anak Marni. Generasi baru yang dibentuk oleh sekolah dan berbagai kemudahan hidup. Pun pemeluk agama Tuhan yang taat. Penjunjung tinggi akal sehat.

Anak beranak itu sungguh ibarat bumi dan langit.

(more…)

SEHARI BERSAMA NABI: Mengulik Kebiasaan Sehari-hari Rasulullah secara Medis

Sehari Bersama Nabi

Judul: Sehari Bersama Nabi: Mengulik Kebiasaan Sehari-hari Rasulullah secara Medis, 332 halaman.

Penulis: Wakit Prabowo

Penerbit: Kata Hati, Jogjakarta, 2013

Review: Teladan yang sempurna bagi seorang Muslim ada pada diri Rasulullah, Nabi Muhammad SAW. Bahkan dalam hal kesehatan pun, banyak hal yang bisa dicontoh dari beliau.

Buku ini mengajak pembaca untuk menerapkan pola hidup sehat secara Islami seperti ditunjukkan oleh Nabi akhir zaman tersebut, yang ternyata memang teruji keampuhannya secara medis.

Meski mungkin ada yang berpendapat lain, penulis buku ini menyebutkan bahwa sepanjang hayatnya Nabi hanya sakit dua kali saja: pertama, setelah menerima wahyu perdana dan kedua, menjelang akhir hayatnya.
(more…)

MENCARI SUPRIYADI: Kesaksian Pembantu Utama Bung Karno

Mencari Supriyadi

Judul: Mencari Supriyadi: Kesaksian Pembantu Utama Bung Karno, plus VCD, 232 halaman.

Penulis: Baskara T. Wardaya, SJ.

Penerbit: Galangpress, Jogjakarta, 2008.

Review: Ada rangkaian misteri dalam sejarah nasional hingga hari ini:

Shodancho Supriyadi menghilang selepas memimpin pemberontakan PETA (Pembela Tanah Air) di Blitar pada Februari, 1945.

– Yang aneh, saat pembentukan kabinet pertama pada 6 Oktober 1945, Bung Karno menunjuk bekas komandan pleton itu sebagai Menteri Keamanan Rakyat.

– Lantas, pada 20 Oktober 1945 Supriyadi kembali diberikan mandat selaku Panglima TKR (Tentara Keamanan Rakyat).

Bagaimana mungkin seseorang yang tak diketahui rimbanya menduduki dua jabatan kunci di pemerintahan yang baru seumur jagung?

Nah, berdasarkan hasil investigasi penulis buku, coba kita lacak perkara ini, sodara-sodara!

(more…)

CANTING

Canting

Judul: Canting, 375 halaman.

Penulis: Arswendo Atmowiloto.

Penerbit: Gramedia, Jakarta, 2013.

Review: Ndalem Ngabean Sestrokusuman tampak sunyi pagi itu. Tiada hiruk pikuk kuli-kuli batik. Tiga becak yang biasanya siap membawa sang majikan ke Pasar Klewer tak nampak sama sekali.

“… anak yang kamu kandung itu, saya tak tahu. Kalau nanti besar ia jadi buruh batik, maka memang darah buruhlah yang mengalir padanya, bukan darah Sestrokusuman.”

Betapa pun susah menangkap arti perkataan tersebut, yang diajak bicara mengingat semuanya dengan jelas, mulai dari titik koma hingga nada bicara pelantunnya.

Kala itu 18 Maret 1962.

(more…)

BIDADARI MENITI PELANGI — Kumpulan Cerpen

Bidadari Meniti Pelangi

Judul: Bidadari Meniti Pelangi — Kumpulan Cerpen, 170 halaman.

Penulis: S. Prasetyo Utomo.

Penerbit: Kompas, Jakarta, 2005.

Review: “Osnan, anak laki-laki delapan tahun itu, menjulurkan benang layang-layangnya, berhasrat menyentuh ujung lengkung pelangi, agar sampai ke negeri bidadari. Tetapi gulungan benangnya sudah habis. Dan layang-layang Osnan masih jauh dari ujung lengkung pelangi.

‘Mana, mana bidadari itu? Kenapa tak mau meniti pelangi?’ kata Osnan penuh harap.

Tapi bidadari cantik yang diharapkan Osnan tak nampak turun ke bumi. Yang didengarnya malah seruan ibunya. Osnan tak mau mendengar. Masih ditatapnya lengkung pelangi sampai ke ujung terjauh. Rambutnya basah kena rintik gerimis.

Malamnya Osnan meracau, tubuhnya sepanas bara, menggigil sampai bergemeretakan gigi-gigi dan gerahamnya…”

(more…)

MENUNGGU MATAHARI MELBOURNE

Menunggu Matahari Melbourne

Judul: Menunggu Matahari Melbourne (202 halaman).

Penulis: Remy Sylado.

Penerbit: Kepustakaan Populer Gramedia, Jakarta, 2004.

Review: Siapa bilang kisah cinta  penuh liku hanya ada di layar kaca?

Kata siapa roman picisan cuma pas buat mereka yang mendamba hidup bak Cinderella dan pangeran?

Di tangan Remy Sylado, semua bisa dibolak balik: perkara simpel jadi elegan, barang mahal jadi rongsokan!

Dan novel ini adalah bukti kelihaian sang munsyi, Tuan Japi Tambajong menggelar kisah tentang…
(more…)

MUSLIHAT, POLITIK & RENCANA EKONOMI BERJUANG

Judul: Muslihat, Politik & Rencana Ekonomi Berjuang, 235 halaman.

Penulis: Tan Malaka.

Penerbit: Narasi, Jogjakarta.

Review: Di suatu malam pada pertemuan antara Bung Karno, Bung Hatta, Bung Sjahrir dan K.H. Agus Salim — Tan Malaka yang hadir tanpa diundang berkata lantang:

“Kepada para sahabat, tahukah kalian kenapa aku tidak tertarik pada kemerdekaan yang kalian ciptakan? Aku merasa kemerdekaan itu tidak kalian rancang untuk kemaslahatan bersama. Kemerdekaan kalian diatur oleh segelintir manusia, tidak menciptakan revolusi besar. Hari ini aku datang kepadamu, wahai Soekarno sahabatku…Harus aku katakan bahwa kita belum merdeka karena merdeka haruslah 100 persen…”

Seratus persen apa?

(more…)