Tag: kumpulan cerpen

SEBILAH PISAU DARI TOKYO

Sebilah Pisau dari Tokyo

Judul: Sebilah Pisau dari Tokyo, 124 halaman.

Penulis: Naning Pranoto.

Penerbit: Grasindo, Jakarta, 2003.

Review: “Mari makan malam bersamaku, sebelum polisi menangkapku. Atau, sebelum aku menyerahkan diri ke polisi,” kudengar lamat-lamat suara Taro mengajakku makan.

Aku tidak mau dan tidak bisa memenuhi ajakannya. Perutku mual dan mataku berkunang-kunang. Terbayang kilatan itu, yang berasal dari sebuah pisau jagal. Ya, pisau besar dari kayu eboni itu pemberian Paman Tsuda kepada Naomi, istri Taro.

Masalahnya, sekarang aku hanya berdua dengan Taro di rumah pasangan itu.

“Malam ini Naomi tidak akan pulang. Ia tak akan pernah pulang lagi. Dia pulang ke tempat lain…”

Duh, kemana Naomi?

Adakah Aku terjebak?

Gawat.

(more…)

SEMATKAN RINDUKU DI DADAMU

Mira W

Judul: Sematkan Rinduku di Dadamu — Kumpulan Novelet, 260 halaman.

Penulis: Mira W.

Penerbit: Gramedia, Jakarta, 2007.

Review: Buku ini merupakan kompilasi lima novel  pendek yang enak dinikmati sejak halaman pertama. Benar-benar menghibur plus mengajak pembacanya berimajinasi!

Empat kisah di luar cerita utama, yang diangkat menjadi judul buku ini, mungkin pernah sekali waktu Anda baca. Ini dia daftarnya: Di Bawah Bayangan Keruntuhan, Kemelut Menyapa dalam Duka, Petaka di Ujung Pertemuan dan Perempuan tanpa Masa Lalu.

Kita lihat cuplikannya sekilas, yuk!

(more…)

THE TALES OF TERROR…

Judul: “The Tales of Terror and Detection” (edisi terjemahan dari buku asli yang terbit pada 1839, 214 halaman).

Penulis: Edgar Allan Poe.

Penerbit: Liris, Surabaya, 2010.

Review: Sebagai pewaris dari English Romantic, Edgar Allan Poe adalah kekuatan sastra yang legendaris. Tak sekadar tokoh kondang dalam literatur Amerika, ia juga dikenal sebagai master, si jago cerita, untuk beragam kisah horor, misteri maupun detektif.

Kisah-kisah dalam buku ini adalah bukti kesanggupana Poe pelan-pelan menebar kengerian dan ketakutan hanya dalam beberapa lembar untuk setiap judul karyanya. Terasa begitu gawat namun menggugah secara psikologis.

Ambil contoh kisah Misteri Marie Roget, yang merupakan sekuel dari cerita berjudul Pembunuhan di Rue Morgue. Di sini dimunculkan detektif tenar di jamannya, C. Auguste Dupin, yang sanggup mengungkap kasus hanya dengan caranya berpikir serta kelihaiannya mengumpulkan informasi dari tangan kedua.

(more…)