Tag: novel

CANTING

Canting

Judul: Canting, 375 halaman.

Penulis: Arswendo Atmowiloto.

Penerbit: Gramedia, Jakarta, 2013.

Review: Ndalem Ngabean Sestrokusuman tampak sunyi pagi itu. Tiada hiruk pikuk kuli-kuli batik. Tiga becak yang biasanya siap membawa sang majikan ke Pasar Klewer tak nampak sama sekali.

“… anak yang kamu kandung itu, saya tak tahu. Kalau nanti besar ia jadi buruh batik, maka memang darah buruhlah yang mengalir padanya, bukan darah Sestrokusuman.”

Betapa pun susah menangkap arti perkataan tersebut, yang diajak bicara mengingat semuanya dengan jelas, mulai dari titik koma hingga nada bicara pelantunnya.

Kala itu 18 Maret 1962.

(more…)

MENUNGGU MATAHARI MELBOURNE

Menunggu Matahari Melbourne

Judul: Menunggu Matahari Melbourne (202 halaman).

Penulis: Remy Sylado.

Penerbit: Kepustakaan Populer Gramedia, Jakarta, 2004.

Review: Siapa bilang kisah cinta  penuh liku hanya ada di layar kaca?

Kata siapa roman picisan cuma pas buat mereka yang mendamba hidup bak Cinderella dan pangeran?

Di tangan Remy Sylado, semua bisa dibolak balik: perkara simpel jadi elegan, barang mahal jadi rongsokan!

Dan novel ini adalah bukti kelihaian sang munsyi, Tuan Japi Tambajong menggelar kisah tentang…
(more…)

BAHAGIA PERKAWINAN

Judul: Bahagia Perkawinan (edisi terjemahan dari buku asli berjudul “A Happy Married Life”), 200 halaman.

Penulis: Leo Tolstoy.

Penerbit: Serambi Ilmu Semesta, Jakarta, 2004.

Review: Siapa yang tak pernah mendengar tentang Leo Tolstoy, penulis besar keturunan Rusia? Untuk diketahui saja, ia seorang bangsawan yang kemudian dikenal sebagai filsuf sekaligus pengarang relijius.

Tak seperti “Anna Karenina”— buah pena Tolstoy yang legendaris itu, Bahagia Perkawinan terbilang luput dari perhatian publik dan termuat sebagai satu dari enam kisah dalam karya berjudul “Lev Tolstoy Short Stories”.

Bagaimana intisari novel pendek ini, berikut gambaran sekilasnya:

(more…)

DAN CERMIN PUN RETAK

Dan Cermin Retak

Judul: Dan Cermin Pun Retak (edisi terjemahan dari buku asli dengan judul “The Mirror Crack’d from Side to Side”, 383 halaman.)

Penulis: Agatha Christie.

Penerbit: Gramedia, Jakarta, cetakan tahun 2013.

Review: “Dokter menasihatiku agar menaruh perhatian pada pembunuhan,” kata Miss Marple.

“Buku cerita detektif, maksudmu?” tanya Miss Knight.

“Tidak. Pembunuhan dalam kehidupan nyata.”

“Ya Tuhan. Tidak akan ada pembunuhan di tempat sesepi ini!”

(more…)

WASRIPIN & SATINAH

Judul: Wasripin & Satinah, 250 halaman.

Penulis: Kuntowijoyo

Penerbit: Kompas, Jakarta, Cetakan Kedua 2013.

Review: Ini novel tentang lika liku hidup dua manusia jelata. Satu laki-laki dan yang lainnya perempuan. Nasib membawa keduanya ibarat naik roller coaster dari waktu ke waktu, kadang di atas kadang di bawah; kadang dicaci maki, kadang dipuja puji.

Tak seperti pada umumnya cerita panjang yang sedari awal berkutat pada karakter para tokohnya, karya ini justru memiliki kekuatan pada rangkaian peristiwa yang mengalir tanpa bisa ditebak.

(more…)

CIUMAN DI BAWAH HUJAN

Ciuman di Bawah Hujan

Judul: Ciuman di Bawah Hujan, 359 halaman.

Penulis: Lan Fang.

Penerbit: Gramedia, Jakarta, 2010.

Review: Novel yang pernah dimuat sebagai cerita bersambung di harian Kompas antara pengujung tahun 2009 hingga awal 2010 ini bercerita tentang sejumlah tokoh dengan beragam watak dan perilakunya.

Adalah Ari, politisi bermata terang namun tak pernah mampu menangkap asap.

Lantas Rafi, politisi berkaki dingin yang terjebak basah gerimis.

Pun, ada Fung Lin, perempuan yang menantikan laki-laki yang akan menciumnya di bawah hujan.
(more…)

PAVILION OF WOMEN: Madame Wu

Pavilion of Women

Judul: “Pavilion of Women”: Madame Wu (edisi terjemahan bahasa Indonesia dari buku asli dengan judul yang sama), 516 halaman.

Penulis: Pearl S. Buck.

Penerbit: Gramedia, Jakarta, 2007.

Review: Siapa pun yang kerap membaca karya penulis buku ini sadar betul: Pearl menulis setiap kisah dengan hati.

Kali ini, tentang Madame Wu. Pada hari ulang tahunnya yang ke-40, perempuan bermata sipit itu mengambil keputusan langka: ia membebaskan diri dari kewajibannya melayani sang suami. Ia bertekad hanya akan menggapai kepuasan jiwanya. Untuk memenuhi kebutuhan suaminya, sang Madame nekad akan membeli gundik. Ya, g-u-n-d-i-k!
(more…)