MUSLIHAT, POLITIK & RENCANA EKONOMI BERJUANG

Judul: Muslihat, Politik & Rencana Ekonomi Berjuang, 235 halaman.

Penulis: Tan Malaka.

Penerbit: Narasi, Jogjakarta, cetakan kedua, 2016.

Review: Di suatu malam pada sebuah pertemuan Bung Karno, Bung Hatta, Bung Sjahrir dan K.H. Agus Salim — Tan Malaka yang hadir tanpa diundang berkata lantang:

“Kepada para sahabat, tahukah kalian kenapa aku tidak tertarik pada kemerdekaan yang kalian ciptakan? Aku merasa kemerdekaan itu tidak kalian rancang untuk kemaslahatan bersama. Kemerdekaan kalian diatur oleh segelintir manusia, tidak menciptakan revolusi besar. Hari ini aku datang kepadamu, wahai Soekarno sahabatku…Harus aku katakan bahwa kita belum merdeka karena merdeka haruslah 100 persen…”

Seratus persen apa?

(more…)

AND THEN THERE WERE NONE — SEPULUH ANAK NEGRO

Jpeg

Judul: And Then There Were None — Sepuluh Anak Negro (edisi terjemahan dari komik bahasa Perancis— Dix Petit Negres, yang disadur dari buku asli dengan judul sama), 47 halaman.

Penulis: Agatha Christie, direka ulang dalam bentuk komik oleh Francois Riviere dengan ilustrasi dari Frank Lecreqec.

Penerbit: Gramedia, Jakarta, 2011.

Review:  Tamu-tamu diundang berlibur ke Pulau Negro…

“Sepuluh anak Negro makan malam, seorang tersedak, tinggal sembilan

Sembilan anak Negro begadang hingga jauh malam, seorang ketiduran, tinggal delapan

(more…)

GRAND AVENUE

Grand Avenue

Judul: Grand Avenue (novel terjemahan dari buku dengan judul yang sama), 474 halaman

Penulis: Joy Fielding

Penerbit: Gramedia, Jakarta, 2005

Review: Ini kisah empat perempuan beragam usia yang tinggal di satu daerah bernama Grand Avenue.

Chris, Barbara, Susan dan Vicki berbagi suka duka selama lebih dari empat puluh tahun. Mereka menikah dengan pria pria ambisius yang sukses.

Namun, ada sesuatu di balik itu semua. Apa?

(more…)

SAYU: Kumpulan Cerita Pendek

Sayu

Judul: Sayu — Kumpulan Cerita Pendek, 133 halaman.

Penulis: Korrie Layun Rampan.

Penerbit: Grasindo, Jakarta, 2004.

Review: Kumpulan cerpen ini unik karena empat belas kisah di dalamnya dituliskan dalam rentang waktu yang panjang — sejak tahun ’70-an hingga awal tahun 2000-an.

Cerita yang jadi judul buku ini berkutat pada dilema romantika perempuan dan laki-laki.

“Aku mencintaimu, Sri,” kataku pada suatu hari.

“Aku juga,” katanya tertawa.
(more…)