KISAH-KISAH TERBAIK ALQURAN

Kisah-kisah Terbaik Alquran

Judul: Kisah-Kisah Terbaik Alquran (edisi terjemahan dari buku asli berjudul “The Best Qoranic Stories”), 152 halaman.

Penulis: Kamal al-Sayyid.

Penerbit: Qorina, Bogor, 2002.

Review: Membaca ulang cerita-cerita klasik seputar Nabi dan Rasul?

Hari gini?

Yup, why not!

Itung-itung nostalgia sambil menyegarkan ingatan, tak ada salahnya ‘kan?
(more…)

FAT BOOK: RICH IN THIN/FAT LIFE — Mengelola Berat Badan melalui Emosi

Fat Book

Judul: Fat Book: Rich in Thin/Fat Life — Mengelola Berat Badan melalui Emosi, 256 halaman.

Penulis: Amaryllia Puspasari.

Penerbit: Elex media Komputindo, Jakarta, 2010.

Review: Punya masalah dengan pola makan berlebihan yang mengarah ke obesitas?

Sudah diet ini itu tapi tetap saja jarum timbangan cenderung bergeser ke kanan?

Jangan keburu patah arang. Masih ada alternatif untuk mendapatkan berat badan ideal.

Seperti apakah itu?

(more…)

PEAKS AND VALLEYS: Menjadikan Masa Susah dan Masa Senang Bermanfaat bagi Kita —dalam Pekerjaan Maupun Kehidupan

Judul: “Peaks and Valleys”,  Menjadikan Masa Susah dan Masa Senang Bermanfaat bagi Kita— dalam Pekerjaan Maupun dalam Kehidupan (edisi terjemahan dari buku asli dengan judul yang sama), 146 halaman.

Penulis: Spencer Johnson, M.D.

Penerbit: Gramedia, Jakarta, 2009.

Review: Hidup ibarat roda berputar, suka duka bergulir dari waktu ke waktu. Kita hanya perlu menjalani semua apa adanya: jangan merasa paling menderita ketika berada di bawah dan jangan pongah saat segalanya melambung.

Nah, sekarang bagaimana agar bisa secepatnya keluar dari lembah?

Pun, bagaimana supaya bertahan lebih lama kala di atas?

(more…)

CANTING

Canting

Judul: Canting, 375 halaman.

Penulis: Arswendo Atmowiloto.

Penerbit: Gramedia, Jakarta, 2013.

Review: Ndalem Ngabean Sestrokusuman tampak sunyi pagi itu. Tiada hiruk pikuk kuli-kuli batik. Tiga becak yang biasanya siap membawa sang majikan ke Pasar Klewer tak nampak sama sekali.

“… anak yang kamu kandung itu, saya tak tahu. Kalau nanti besar ia jadi buruh batik, maka memang darah buruhlah yang mengalir padanya, bukan darah Sestrokusuman.”

Betapa pun susah menangkap arti perkataan tersebut, yang diajak bicara mengingat semuanya dengan jelas, mulai dari titik koma hingga nada bicara pelantunnya.

Penanggalan kala itu 18 Maret 1962.

(more…)