KOTAK HITAM SANG BURUNG MANYAR: Kebijaksanaan dan Kisah Hidup Romo Mangunwijaya

Romo Mangun

Judul: Kotak Hitam Sang Burung Manyar: Kebijaksanaan dan Kisah Hidup Romo Mangunwijaya, 109 halaman.

Penulis: Y. Suyatno Hadiatmojo, Pr.

Penerbit: Galangpress, Jogjakarta, 2013.

Review: Sudah umum diketahui bahwa pribadi Romo Mangun semasa hidupnya adalah sosok humanis yang multidimensional. Ia rohaniwan, penulis, budayawan, arsitek plus pembela wong cilik.

Penulis buku ini, yang kebetulan seorang pastor, adalah murid sang Romo  selama lebih dari satu dasa warsa. Ia berinisiatif mengumpulkan semua nasihat dan kata-kata bijak sang guru setelah beliau mangkat. Semua itu  dirangkumnya dalam aneka kisah pendek yang nendang dan menyejukkan.

Enak dibaca sambil minum teh atau kopi. Intip, yuk!

“Waktu itu di daerah Kulon Progo, Jogjakarta, terjadi tanah longsor. Kami para relawan membuka posko di depan susteran Boro. Hampir tiap pagi kami membagi logistik kepada para korban. Di antara mereka, ada seorang yang selalu standby. Kakinya terbalut dengan jalan terpincang-pincang…”

Singkat cerita:

“Suatu saat, saya sempat bertanya kepada relawan setempat.

Kata saya, ‘Mas, tadi ada orang naik motor yang mirip dengan bapak yang kakinya terbalut dan pincang itu, lho!’

‘Betul’, jawab sang relawan.’Orang itu sebenarnya tak luka sama sekali. Tapi kalau ada donatur datang, ia akan pura-pura sakit.’

Ketika saya ceritakan hal ini kepada Romo, beliau singkat berkomentar, ‘Memang, di setiap lakon wayang selalu ada Buto Cakil. Wayang sak kotak, yo mesti ada itu buto-nya.’ “

Mau lagi?

Oke, simak yang ini:

Ketika baru pulang dari mendoakan orang sakit, saya bercerita kepada Romo Mangun.

‘Romo, rumah si sakit tadi pagarnya tinggi dan pintu gerbangnya dari baja. Saya mencari bel tapi tidak ketemu, kemudian saya mengetuk pintunya yang menyeramkan. Ternyata yang menjawab anjing herder dan saya jadi ngeri sendiri.’

Dengan santai Romo menjawab, ‘Rumah yang seperti itu menunjukkan bahwa tuan rumah merasa tidak aman. Rasa aman yang sejati datang bukan dengan mengurung diri tapi justru dengan membuka diri. Sebaiknya rumah jangan dipagari beling, tapi pagarilah dengan piring!’

Dalam ‘kan maknanya?

Masih banyak cerita inspiratif lainnya, termasuk gambaran seperti apa penghormatan khalayak saat melepas pengarang novel Burung-Burung Manyar itu  kembali pada Sang Khalik.

Nikmati sendiri saja semuanya dalam karya sederhana yang penuh kebeningan ini!

Harga: Rp. 35.000,- di luar ongkos kirim.

Persediaan terbatas.

beli

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s