SABAI NAN ALUIH

Judul: Sabai Nan Aluih, 71 halaman.

Penulis: Tulis Sutan Sati.

Penerbit: Balai Pustaka, Jakarta, cetakan kelima, 1990.

Review: Ini kisah klasik dari Minangkabau yang sangat populer. Dalam pelajaran Sastra/Bahasa Indonesia di sekolah, bapak atau ibu guru pasti pernah menyinggung seputar cerita ini.

Nah, oleh orang Minang sendiri, karya ini dulu biasanya digelar dalam bentuk tonil/drama, yang dimainkan di lapangan atau tanah lapang. Konon, Sabai Nan Aluih sudah dipertontonkan kepada khalayak sejak 1920-an. Bisa jadi lebih lama lagi.

Kisahnya sekilas demikian:

Ayah Sabai adalah Raja Babanding.

Ibu Sabai adalah Sadun Seribai.

Suatu ketika, Raja Babanding kedatangan tamu. Bukan tamu biasa melainkan utusan penguasa negeri jauh bernama Raja Nan Panjang. Penguasa yang disebut belakangan ini jatuh hati pada Sabai yang jelita dan berniat hendak memperistri anak perempuan Raja Babanding.

Ayah Sabai tak suka dengan pinangan itu. Ia menolak keinginan Raja Nan Panjang dan menantangnya untuk adu kekuatan.

Dua raja bertanding.

Satu kalah.

Sang anak menuntut balas kematian ayahandanya. Itulah si Sabai.

Hmm… seperti apa detilnya, simak sendiri saja.

Oh ya, sekadar info, konsep buku ini adalah skrip drama. Dari awal hingga akhir terdapat lima babak. Kala membacanya, Anda sebaiknya turut membayangkan adegannya seperti apa dan tak terpaku membaca narasi. Biar lebih seru!

Harga: Rp. 15.000,- di luar ongkos kirim.

Persediaan terbatas.

 

 

 

 

Tulis komentar Anda

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s