DAVID AND GOLIATH — Underdogs, Misfits, and The Arts of Battling Giants

Ringkasan buku karya Malcolm Gladwell (2013)

Ide Utama

Dalam banyak situasi, apa yang kadang-kadang dipandang sebagai kelebihan justru merugikan kita. Namun, sering pula yang berlaku adalah sebaliknya.

Nah,  untuk menang melawan Raksasa, Liliput harus punya strategi tersendiri serta  tidak larut dalam ritme atau aturan main yang  ditentukan lawan. Tegasnya, berlakukah layaknya David yang sanggup menundukkan Goliath!

Ringkasan Inti

Kita umumnya beranggapan pihak yang dominan dan memiliki kekuatan bakal muncul sebagai pemenang. Sudut pandang ini lumrah dalam keseharian, entah itu terkait bisnis, pertandingan olahraga atau bahkan di sepanjang sejarah peradaban manusia.

Tapi, apakah yang namanya jagoan bakal selalu unggul atas “remahan rengginang”?

Benarkah Liliput pasti bertekuk lutut di depan Raksasa?

Mari resapi kisah David dan Goliath — termuat di Alkitab/Bible — di mana  yang kecil justru mengungguli lawannya karena ia menggunakan cara tersendiri untuk mengendalikan situasi.

Mengacu pada kisah legendaris tersebut, Gladwell mengajak kita berselancar sepanjang lebih dari 300 halaman karyanya serta menikmati dinamika menang kalah dalam konteks yang tak terpikirkan sebelumnya. Semua narasinya menjungkirbalikan anggapan tentang kemenangan: tidak selamanya yang kalah adalah yang lemah.

Kisah Underdog I

Ambil contoh dalam cerita tentang Thomas Edward Lawrence, atau yang lebih dikenal dengan the Lawrence of Arabia. Ia dan pasukannya, yang membawa bendera Inggris dan dipandang sebelah mata, melakukan pertempuran yang tidak biasa menjelang akhir Perang Dunia I melawan Turki: menyerang seterunya dari gurun, padahal yang disasarnya adalah kota pelabuhan bernama Aqaba. Turki tak mengira bakal begitu dan akhirnya  bertekuk lutut tanpa syarat.

Kisah Underdog II

Pada bagian lain ada kisah panjang tentang Jay Freireich yang penuh nestapa sejak belia. Ayahnya ditemukan tewas di kamar mandi, ibunya putus asa dan mengajak sang anak bermigrasi ke Amerika Serikat dari Hongaria, dan akhirnya menikah lagi. Pernikahan yang nyatanya tak membawa kebaikan bagi keduanya. Kehidupan mereka malah morat-marit hingga si bocah tertekan dan membenci ibu serta ayah tirinya.

Selepas pulih usai menderita radang amandel parah, Jay terkesan dengan dokter yang sukarela merawatnya. Ia lantas bercita-cita untuk kuliah di fakultas kedokteran. Susah payah menyelesaikan studinya, ia lulus dan berpraktek di rumah sakit, tepatnya di bangsal leukimia anak di mana pasien di situ meregang kesakitan dan kelaparan.

Tersentuh oleh situasi tersebut, Jay melakukan pengamatan selama beberapa waktu dan nekad membuat terobosan dengan memberikan platelet darah kepada pasiennya.  Pihak rumah sakit menolak pendekatan baru itu. Sang dokter bersikukuh dan terus melakukan apa yang diyakininya. Sekian waktu berlalu, banyak pasien di bangsal anak terselamatkan hingga tak bisa lain pendekatan baru hasil inisiatif Jay diakui penggunaannya. Alih-alih terluka oleh trauma masa kecilnya, sang Liliput berdamai dengan batinnnya dan memberikan yang terbaik untuk sekelilingnya!

Kutipan Penting

“Saat anak saya merengek minta barang mahal, saya tidak mungkin berkata, ‘Tidak, Nak. Ayah tak punya uang.’  Saya akan berujar, ‘Ayah bisa memberikan yang kau mau tapi ketahuilah itu tidak sesuai dengan nilai kita’.” – Malcolm Gladwell

“Ketika pihak yang berkuasa ingin agar orang kebanyakan bertingkah laku baik, hal pertama dan utama yang harus diamati adalah bagaimana tindak tanduk mereka sendiri.”

“Sebagian orang berpura-pura kaya namun sebenarnya tak punya apa-apa. Sebagian lagi berpura-pura miskin namun sejatinya kaya raya.”

Beli langsung buku ini dalam bentuk e-book di GramediaDigital.

Beli langsung buku ini (edisi cetak) di Bukalapak.

Beli langsung buku ini (edisi cetak) di Blibli.

  • Suka dengan ringkasan singkat ini dan merasa ada manfaatnya? Yuk tunjukkan dukungan Anda untuk Pustaka Buku Bekas dalam bentuk donasi.
  • Anda dapat berkontribusi mulai dari lima ribu, tiga ribu, dua ribu rupiah saja. Klik gambar di bawah ini dan yakinlah asupan mental sama pentingnya dengan belanja online. Setuju, kan?
  • Ingin ringkasan yang lebih detil lagi dari buku ini? Silakan lengkapi dan kirimkan formulir di bawah ini sambil berkontribusi mulai dari dua puluh ribu, lima belas ribu, sepuluh ribu rupiah saja per judul. Kami akan menginfokan rekening transfer untuk selanjutnya mengirimkan ringkasan buku langsung ke inbox Anda maksimal lima hari kerja setelah dana terkonfirmasi.

Tulis komentar Anda

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s