THE BUDDHIST RELIGION — A Historical Introduction, Third Edition

Ringkasan buku karya Richard H. Robinson dan Willard R. Johnson (1970)

Ide Utama

Ditulis oleh dua akademisi asal Amerika, buku yang terbit lima dekade silam ini dimulai dengan pemaparan seputar kehidupan Pangeran Siddharta Gautama lebih dari 2,500 tahun yang lalu. Setelah menyepi selama enam tahun dan mencapai pencerahan sempurna, Sang Buddha mengajar selama 45 tahun hingga wafat. Selepas itu, Buddhisme tumbuh di India untuk selanjutnya menyebar ke kawasan Asia dan berbagai penjuru dunia.

Ringkasan Inti

Keyakinan yang kini dianut sekitar 470 juta orang di seluruh dunia ini berpegang kepada Dharma atau Dhamma yang secara ringkas meliputi ajakan untuk menambah kebaikan, mengurangi kejahatan dan menyucikan pikiran.

Buddhisme juga mempercayai Hukum Karma atau Hukum Tabur Tuai serta menganut konsep Reinkarnasi atau Kelahiran Kembali. Pemuka agamanya disebut Bhikkhu atau Bhikkhuni, yang tinggal di wihara dan menjalankan selibat atau tidak menikah serta menerapkan sekitar 270 aturan ketat dalam keseharian.

Perkembangan awal agama Buddha

Pada abad kedua era Buddhis, demikian menurut duo penulis, banyak sekte Buddha bermunculan. Namun seiring waktu sebagian besar di antaranya surut dan boleh dikatakan hanya Mahayana yang berkembang pesat. Aliran ini dikenal mengadopsi gagasan bahwa siapa pun boleh bercita-cita menjadi Bodhisattva (calon Buddha) di samping mengembangkan kosmologi manusia super dan Buddha kosmik yang menerima permohonan para penyembahnya.

Sempat tumbuh juga sekte Tantrayana, yang konon tidak sepenuhnya mewakili ajaran Buddha karena kental pengaruh Hindu di dalamnya.

Perkambangan di Asia

Sekian abad kemudian, agama Buddha berkembang ke Asia Tenggara, Tibet, dan Timur Jauh di antaranya Cina, Jepang, Korea, dan Vietnam. Di India sendiri, Buddhisme perlahan-lahan menghilang setelah abad ke-7 sebelum akhirnya pupus sekitar abad ke-15.

Kontras dengan di tempat asalnya, Buddhisme berkembang di kawasan regional Asia, berbaur dengan budaya dan kebiasaan lokal dan tumbuh semakin kokoh serta memiliki penganut cukup banyak, terutama di Tiongkok. Inilah yang sering mengesankan bahwa Buddha identik dengan Cina, yang sebenarnya berbeda sama sekali.

Ada konsep Cha’an Buddhism yang awalnya berkembang di Tiongkok namun belakangan menyebar ke Jepang dan berubah menjadi ajaran Zen. Cha’an atau Zen ini disebut-sebut memiliki banyak kesamaan dengan Taoisme serta menjadi  alternatif bagi Konfusianisme. Dari situ, dikenal persaingan tiga serangkai antara  Buddhisme, Cha’an, dan Taoisme.

Perkembangan di Barat

Tak sampai di situ, karya ini juga menyoroti pertumbuhan agama Buddha di Barat. Dua fakta menarik muncul, salah satunya adalah ramalan bahwa ajaran ini akan tercerabut dari tanah kelahirannya tetapi bertahan di antara “orang-orang berkulit merah”. Fakta lain lagi menyatakan bahwa istilah Orang Kudus/Saint dalam Kristen maupun Katolik adalah ide yang didapat dari pemahaman tentang Boddhisatva. Setidaknya begitu menurut buku ini.

Dewasa ini juga berkembang anggapan bahwa Buddha sebenarnya bukanlah agama melainkan lebih ke gaya hidup atau upaya mengembangkan spiritualitas maupun tradisi batin.

Meditasi

Oh ya, perihal meditasi juga dibahas lengkap dalam buku ini di mana diperkenalkan dua pendekatan, yakni meditasi ala Theravada dan meditasi ala Mahayana. Seperti apa perbedaannya, silakan Anda temukan sendiri. Ada juga masukan praktis tentang cara bermeditasi dan tips agar kegiatan hening ini dapat dilakukan dengan baik dan menjadi kebiasaan.

Boleh dibilang, literasi ini memberi lebih banyak dari yang mungkin ingin diketahui  pembaca terkait agama Buddha. Layak dikoleksi dan dapat berfungsi sebagai ensiklopedia mini Buddhisme.

Tulis komentar Anda

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s