FISIKA BATIK — Jejak Sains Modern dalam Seni Tradisi Indonesia

Ringkasan buku yang disusun oleh Tim Peneliti Bandung Fe Institute Hokky Situngkir & Rolan Dahlan, disupervisi oleh Yohanes Surya (2009)

Ide Utama

Fisika adalah bagian dari ilmu pasti yang berusaha memahami alam beserta segenap dinamikanya. Adalah sebuah keniscayaan bahwa ilmuwan yang menggeluti bidang studi ini selalu tertantang mencari aturan  yang mendasari berbagai fenomena fisik jagad raya, mulai dari gerak benda, energi, fluida, hingga yang kompleks seperti dualitas gelombang partikel maupun fisika kuantum dan sebagainya.

Ringkasan Sekilas

Batik adalah seni tradisional yang erat dengan lingkungan pembuatnya. Mereka yang menggelutinya berusaha mencari pola dasar fenomena alam, yang setelah didapatkan akan dilengkapi lagi dengan aturan tambahan untuk kemudian diaplikasikan menjadi karya batik. Jadi, sadar atau tidak, pekerjaan pencipta batik mirip dengan apa yang digeluti para fisikawan.

Ketika seorang pencipta batik ingin melukiskan air muncrat misalnya, ia tidak langsung melukiskan itu di kain. Ini berbeda dengan pelukis yang bisa menuangkan apa yang dilihatnya itu di kanvas. Bagi sang pembatik, air muncrat itu akan digambarkannya sebagai pola segitiga. Lantas, ia menambahkan aturan sederhana seperti “kecilkan segitiga sekian kali lipat, lalu putar beberapa derajat”. Jika pada tiap segitiga yang terbentuk diterapkan  aturan yang sama, maka kita akan sampai pada lukisan setengah jadi yang akan tampak seperti lukisan batik.

Fraktal

Nah, bila proses tersebut diteruskan di komputer  hingga mencakup segitiga yang sangat kecil maka hasilnya adalah  gambar muncratan air dalam bentuknya yang eksotis. Inilah yang disebut fraktal. Konsep ini dibuat oleh Benoît Mandelbrot pada tahun 1975, yang aslinya berasal dari kata Latin fractus, dengan makna  patah, rusak — maksudnya adalah bentuk geometri yang tidak teratur namun memiliki keteraturan atau kemiripan dengan dirinya sendiri (self-similarity).

Yang pusing bin mumet dengan fisika, ya harap maklum! Minimal Anda punya kesimpulan bahwa aturan fraktal dapat digunakan sebagai generator pola batik melalui aplikasi komputer. Memang benar bahwa karakteristik fraktal mudah dipahami secara intuitif namun sangat sulit secara matematis. Contoh fraktal dapat ditemukan mulai dari awan, gunung, aliran sungai, hingga sistem pembuluh darah manusia.

Ini beberapa pola fraktal:

Dus, pada pokoknya, literasi ini menyiratkan bahwa  sains modern dapat mendorong pemahaman akan batik sebagai seni yang mengandung kekayaan intelektual pembuatnya. Bangsa Indonesia harus bangga punya batik dan punya Hari Batik Nasional!

Beli edisi e-book buku ini di Gramedia.

Beli edisi cetak buku ini di Bukalapak.

  • Suka dengan ringkasan singkat ini dan merasa ada manfaatnya? Yuk tunjukkan dukungan Anda untuk Pustaka Buku Bekas dalam bentuk donasi.
  • Anda dapat berkontribusi mulai dari lima ribu, tiga ribu, dua ribu rupiah saja. Klik gambar di bawah ini dan yakinlah asupan mental sama pentingnya dengan belanja online. Setuju, kan?

Tulis komentar Anda

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s