DAFTAR BUKU KARYA SENO GUMIRA AJIDARMA

Buah pena penulis dan ilmuwan sastra Seno Gumira Ajidarma selalu punya tempat tersendiri di hati penggemarnya. Aneka cerpennya sejak lama bertebaran di media massa dan kompilasinya pun tak kurang banyaknya. Belum lagi novel, puisi, artikel dan sebagainya. Saking banyaknya, banner di atas hanya mewakili beberapa saja di antara karya-karyanya itu.

Dan tentu, sejumlah penghargaan bergengsi berhasil diraih Seno, meliputi Sea Write Award pada 1987, Dinny O’Hearn Prize for Literary pada 1997, dan Kusala Sastra Khatulistiwa pada 2005.


Negeri Senja: Roman

“Hidupku penuh dengan kesedihan, karena itu aku selalu mengembara.”

Maka pengembara itu tiba di Negeri Senja, yang selalu berada dalam keadaan senja, karena matahari tersangkut di cakrawala, dan tidak pernah terbenam selama-lamanya. Bagi sang pengembara, yang selalu memburu senja terindah ke berbagai pelosok bumi, pemandangan itu merupakan hal terindah dalam hidupnya.

Namun bukan hanya pesona senja yang ditemukannya. Di balik keindahan yang merona itu terdapat drama manusia yang terkait dengan kekuasaan: intrik dan teror, perlawanan dan pemberontakan, penculikan dan pembantaian.


Sepotong Senja untuk Pacarku

“Sudah terlalu banyak kata di dunia ini Alina, dan kata-kata, ternyata, tidak merubah apa-apa. Lagipula, siapakah yang masih sudi mendengarnya? Di dunia ini semua orang sibuk berkata-kata tanpa pernah mendengar kata-kata orang lain.”

Sukab mengirimkan sekerat senja dalam amplop untuk Alina, pujaan hatinya, namun baru sampai sepuluh tahun kemudian.

Karya ini begitu populer dan tak lekang oleh waktu. Ingin membacanya, lagi dan lagi.


Dunia Sukab

Ada perempuan memilih jalan kekerasan. Ada penemuan ladang pembantaian. Ada orang disiksa, ternyata salah sasaran.

Apa lagi?

Ada orang terbuang, karena beda pemikiran. Ada banyak rakyat, bingung memilih pimpinan. Ada orang korupsi, hidungnya jadi panjang. Ada orang dirampok, malah bisa terbang. Ada jenazah hilang, karena kebanjiran. Ada karung ditemukan, berisi mayat preman.

Terus?

Ada buah dosa turunan, laris manis tak karuan. Ada suami pengangguran, hobinya tidur siang. Ada sekretaris cantik, kakinya kapalan. Ada kurir toko bunga, menggoda babu perumahan.

Mereka berada di Dunia Sukab, dunia kita-kita juga.


Kitab Omong Kosong

Tolong sampaikan agar kisah setebal lebih dari 400 halaman ini tidak usah dibaca karena membuang waktu, pikiran dan tenaga. Sungguh hanya omong kosong belaka. Urusan Rama dan Sinta serta sang pelacur Maneka, yang mengalir sampai jauh hingga Hanoman, sang wanara putih menempatkan kitab cerita ini di tiga dunia: dunia manusia, dunia siluman, dan dunia para dewa.

Tapi, mohon maaf sekali lagi untuk permintaan tolong ini. Maaf, beribu-ribu maaf. Cerita ini memang ditulis oleh Togog, yang merasa minder dan terasingkan dalam sebuah dunia yang sangat memuja Semar.


Jokowi, Sengkuni, Machiavelli

Di mana pun, orang bicara politik negeri ini. Mulai dari warteg sampai ke restoran bergengsi. Mereka bercakap-cakap untuk mencari kejelasan dengan cara menarik kesimpulan umum dari peristiwa-peristiwa yang terjadi. Ada yang serbasantai ala warung kopi, tak jarang debat panas macam di sosial media. Dan semua itu tak pernah sekali pun kekurangan bahan!

Ditulis dari sudut pandang multidisipliner, karya yang ditulis selama 2014 hingga 2016 ini menyindir dan mengajak pembacanya untuk mengingat bahwa masih banyak yang lebih penting daripada sekadar perbedaan pandangan politik dan perkara dukung-mendukung politisi. Hmm… cocok!


Senja dan Cinta yang Berdarah, Antologi Cerita Pendek

Memuat 85 cerita pendek Seno yang pernah muncul di Harian Kompas antara kurun 1978-2013, karya setebal lebih dari 822 halaman ini menyuguhkan beragam kisah kehidupan dalam cara yang beragam.

Dus, tentu saja karya ini menghibur seraya menyentil dengan pertanyaan eksistensial di samping juga mengungkap konteks sosial yang melingkupi setiap kisah.

Simaklah misalnya Sukab, yang kembali hadir di sini. Kali ini dia cinta mati kepada Tumirah, janda yang hobi berjoget di pasar malam diiringi musik dangdut. Padahal Sukab sudah beristri dan sang janda pun ogah-ogahan menanggapi gelora si lelaki. Namun, Sukab terus menanti dan menanti dengan setangkai mawar merah untuk sang pujaan hati.

Pendek kata, kompilasi ini top markotop, sukses membuat pembaca termangu, tertawa, baper dan seterusnya.


Penembak Misterius

Kumpulan cerpen setebal 192 halaman ini memuat 15 kisah yang terbagi dalam 3 bagian: Penembak Misterius: Trilogi, Cerita untuk Alina, dan Bayi Siapa Menangis di Semak-Semak?

Ditulis tahun 1980-an, kisah-kisah dalam antologi ini kental menggambarkan romansa Indonesia di era Orde Baru. Sebutlah Petrus, singkatan dari penembak misterius yang marak kala itu. Sering ditemukan mayat mengambang di sungai setelah malam sebelumnya terdengar kabar si A, si B atau si C tiba-tiba diculik. Hilang tiba-tiba tanpa bekas. Dan memang pemerintah kala itu punya misi menekan aksi kejahatan di samping menebar ketakutan agar tak ada warga masyarakat yang punya aspirasi maupun kecenderungan melawan penguasa.

Tulis komentar Anda

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s