JIKA KITA (PERNAH JADI) ALVI SYAHRIN

Buku adalah teman yang setia dan tak pernah dusta. Ia ada untuk kita kala susah, senang atau saat biasa-biasa saja. Nah, koleksilah karya Alvi Syahrin ini dan seraplah caranya memandang hidup. Andai pun insecurity itu tetap bergelayut, setidaknya percayalah bahwa Tuhan punya rencana yang indah dan sempurna. Titik.


Jika Kita Tak Pernah Jadi Apa-Apa

Penerbit: Gagas Media 2019
ISBN: 978-979-780-948-5
Halaman: 248 hlm
Harga: sekitar Rp 93.000 di Gramedia dan bervariasi di bukalapak dan blibli

Sketsa

Jika kita tak pernah jadi apa-apa…

Well, ya, sudah.

Toh kita sudah berjalan sejauh ini dan mengumpulkan pelajaran berharga.

Namun, kau tahu?

Sesungguhnya, kita selalu jadi apa-apa.

Kita pernah menjadi seorang bayi yang menyenangkan hati orang tua kita;
kita adalah seorang anak yang berusaha berbakti kepada orang tua — meskipun sulit, meskipun kepayahan, tetapi kita terus berusaha baik.

Mungkin, kita adalah sahabat karib dari seseorang yang punya masalah.
mungkin, kita akan jadi seorang suami sekaligus ayah yang visioner,
mungkin, kita akan jadi seorang istri sekaligus ibu yang cerdas,
mungkin, kita akan jadi kakek nenek yang menginspirasi.

Namun, lepaskan semua label itu, sebab yang terpenting…
kita adalah manusia-manusia yang sudah sadarkalau dunia ini hanyalah kesenangan yang palsu;
kita adalah manusia yang, hari ini, hatinya sedikit lebih tenang;
kita adalah manusia-manusia yang sudah tahu definisi kesuksesan yang sebenarnya;
kita adalah manusia-manusia yang sudah tahu apa yang berhak diprioritaskan dan diperjuangkan;
kita adalah manusia-manusia yang masih diberi waktu untuk memperbaiki segalanya;
kita adalah manusia-manusia yang sudah tahu kemana harus melangkah;
dan kita adalah manusia-manusia yang berpotensi diampuni oleh Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang;
and that’s already something.
Really something

Kutipan halaman 228-229


Jika Kita Tak Pernah Baik-Baik Saja

Penerbit: Gagas Media 2020
ISBN: 978-979-780-967-6
Halaman: 216 hlm
Harga: sekitar Rp 93.000 di Gramedia dan bervariasi di bukalapak dan blibli

Sinopsis

Bagaimana aku bisa mencintai diriku ketika yang kulakukan kepada diri sendiri adalah kesalahan bodoh tiada henti?

Ada kalanya sulit mengasihi seseorang yang terus melakukan kesalahan. Namun, bagaimana kalau diri sendirilah yang terus melakukan kesalahan? How can I even start loving myself?

Mengarungi hidup adalah tentang seni mencintai, termasuk mencintai diri sendiri dengan segala kekurangan seraya berusaha memperbaikinya. Karya ini mengajak pembaca merenungi arti kecewa dan bahagia demi mencintai diri dan memahami ada sesuatu yang lebih dari segalanya.


Jika Kita Tak Pernah Jatuh Cinta

Penerbit: Gagas Media 2018
ISBN: 978-979-780-934-8
Halaman: 224 hlm
Harga: sekitar Rp 93.000 di Gramedia dan bervariasi di bukalapak dan blibli

Sinopsis

Jika kita tak pernah jatuh cinta, kita tak akan banyak belajar dari masa lalu. Bagaimana ia mengajari kita untuk tetap kuat ketika hati luluh lantak.

Jika kita tak pernah jatuh cinta, mungkinkah kita bisa lebih menghargai diri sendiri dengan melepaskan dia yang selalu menyakiti?

Jika kita tak pernah jatuh cinta, akankah kita pernah merasa betapa berharganya waktu bersama dengan seseorang ?

Karya ini dituliskan untuk hati yang pernah terpuruk karena cinta, lalu bangkit lagi karena cinta…


Insecurity Is My Middle Name

Penerbit: Alvi Ardhi Publishing 2021
ISBN: 978-623-970-020-1
Halaman: 264 hlm
Harga: sekitar Rp 93.000 di Gramedia dan bervariasi di bukalapak dan blibli

45 Bab dalam buku ini mengajak kita berdamai dengan insecurity dalam diri. Yup, siapa pun orangnya, pasti pernah atau bahkan sering merasa kecil dan tak berarti apa-apa.

Biarkan keluhan-keluhan itu datang. Jadikan saja pustaka self-healing yang satu ini sebagai teman sekaligus penuntun. Teruslah pahami diri sendiri dan cobalah untuk melihat keadaan dari sisi yang lebih memberdayakan. Pasti bisa dan pasti ada.

Oh ya, ini beberapa pokok bahasan yang mungkin pas dengan suasana hati saat ini:

  1. Kenapa good-loking yang selalu dipilih?
  2. Lalu, siapa yamg akan memilihku?
  3. Aku juga kayaknya nggak bisa apa-apa deh.
  4. Skill apa, ya, yang cocok buatku?
  5. Tapi, aku harus mulai dari mana?
  6. Aku bukan malas, hanya takut gagal lagi.
  7. Dan, aku malu, belum bisa banggain orangtua.
  8. Dan, aku kalah jauh dari teman-temanku.
  9. Jujur, aku iri sama pencapaian mereka.
  10. Nggak ada yang bisa dibanggakan dariku

Tulis komentar Anda

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s